UPSUPS
Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang TeknikIndustri Rumah Tangga (IRT) Ibu Mini, yang memproduksi tahu putih, bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecacatan produk, mengusulkan tindakan perbaikan, dan mengevaluasi penerapan Good Manufacturing Practices (GMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan Seven Tools dan pedoman GMP yang dikeluarkan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan tahu disebabkan oleh kualitas kedelai, suhu memasak yang turun, air yang kurang bersih, saringan bocor, tungku perebusan yang kurang bersih, dan karyawan yang kurang fokus. Jenis-jenis cacat pada tahu adalah tahu berbintik (40%), cacat ukuran (29%), dan tahu kurang kenyal (32%). Evaluasi penerapan GMP memperoleh skor 55%, yang menunjukkan bahwa penerapan GMP di IRT Ibu Mini masih perlu perbaikan untuk menjaga kualitas dan keamanan produk tahu.
Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa jenis-jenis cacat tahu adalah tahu berbintik, kurang kenyal, dan cacat ukuran.Analisis diagram Pareto menunjukkan bahwa tahu berbintik memiliki persentase kecacatan tertinggi (40%), diikuti oleh kurang kenyal (32%), dan cacat ukuran (29%).Analisis fishbone diagram mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecacatan, seperti kualitas kedelai rendah, air kurang bersih, saringan bocor, suhu masakan yang kurang terkontrol, penempatan meja pengirisan yang kurang tepat, karyawan yang belum mahir, cairan asam yang kurang sesuai takaran, dan tungku perebusan yang bermasalah.Evaluasi GMP memperoleh rata-rata skor 55%, yang menunjukkan bahwa masih diperlukan perbaikan terkait cara pengolahan makanan yang baik.Perbaikan perlu dilakukan pada faktor material, metode pengolahan, lingkungan, mesin, dan manusia.
Untuk meningkatkan kualitas produk tahu dan menerapkan GMP secara efektif, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kedelai dan cara-cara untuk meningkatkan kualitasnya. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh suhu memasak dan cara-cara untuk menjaga suhu yang optimal. Penelitian tentang desain dan perawatan saringan yang efektif juga dapat membantu mengurangi kecacatan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi metode pelatihan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan fokus dan keterampilan mereka. Terakhir, studi tentang desain dan pemeliharaan tungku perebusan yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas produk tahu.
| File size | 268.41 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PURIFIKASIPURIFIKASI Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aspek teknis kehilangan air dan merumuskan strategi penurunan NRW berbasis teknologi Internet of Things (IoT). MetodePenelitian ini bertujuan mengevaluasi aspek teknis kehilangan air dan merumuskan strategi penurunan NRW berbasis teknologi Internet of Things (IoT). Metode
SALNESIASALNESIA Program pengabdian masyarakat ini menerapkan sistem pertanian terpadu berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan model produksi closed-loop. Inovasi utamaProgram pengabdian masyarakat ini menerapkan sistem pertanian terpadu berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan model produksi closed-loop. Inovasi utama
PURIFIKASIPURIFIKASI Perancangan sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis Internet of Things (IoT) ini menunjukkan potensi signifikan dalam pengendalian kualitas lingkunganPerancangan sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis Internet of Things (IoT) ini menunjukkan potensi signifikan dalam pengendalian kualitas lingkungan
PURIFIKASIPURIFIKASI Hasil menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan yang signifikan yang ditanam pada media yang berbeda. Pada media tanam komersial, seluruh tanaman jagung danHasil menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan yang signifikan yang ditanam pada media yang berbeda. Pada media tanam komersial, seluruh tanaman jagung dan
UM SURABAYAUM SURABAYA Metodologi penelitian meliputi pemetaan beban lalu lintas ke dalam satuan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan spektrum gandar, perhitungan nilai CALFMetodologi penelitian meliputi pemetaan beban lalu lintas ke dalam satuan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan spektrum gandar, perhitungan nilai CALF
STTWSTTW Dalam prinsip kerjanya, mesin Muratec QPRO EX dalam proses Winding menggunakan mekanisme eksentrik yang memungkinkan dua peluncur pengantar benang untukDalam prinsip kerjanya, mesin Muratec QPRO EX dalam proses Winding menggunakan mekanisme eksentrik yang memungkinkan dua peluncur pengantar benang untuk
ARIMBIARIMBI Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27 melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda,Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27 melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda,
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Temuan ini dilasanakan di Kantor Akuntan Publik (KAP). Karena KAP ini diluncurkan tahun 2018, tantangan dalam penelitian terkait dengan pelaksanaan standarTemuan ini dilasanakan di Kantor Akuntan Publik (KAP). Karena KAP ini diluncurkan tahun 2018, tantangan dalam penelitian terkait dengan pelaksanaan standar
Useful /
STIBSASTIBSA Kajian ini bertujuan untuk mengupas secara mendalam hubungan kausal antara e-WOM, kualitas produk, dan tingkat kepercayaan dalam memengaruhi keputusanKajian ini bertujuan untuk mengupas secara mendalam hubungan kausal antara e-WOM, kualitas produk, dan tingkat kepercayaan dalam memengaruhi keputusan
STIBSASTIBSA Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas tersebut memberikan kontribusi sebesar 80,3% terhadap keputusan pembelian, sedangkanUji koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas tersebut memberikan kontribusi sebesar 80,3% terhadap keputusan pembelian, sedangkan
STIBSASTIBSA Hasil penelitian menunjukkan bahwa endorsement influencer, online customer review dan persepsi kualitas secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikanHasil penelitian menunjukkan bahwa endorsement influencer, online customer review dan persepsi kualitas secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan
UPSUPS Di SMA (Sekolah Menengah Atas), siswa belajar selama tiga tahun, meliputi kelas 10, 11, dan 12, dengan usia antara 15 hingga 18 tahun. SMA merupakan tahapDi SMA (Sekolah Menengah Atas), siswa belajar selama tiga tahun, meliputi kelas 10, 11, dan 12, dengan usia antara 15 hingga 18 tahun. SMA merupakan tahap