UIN SUKAUIN SUKA

Jurnal DakwahJurnal Dakwah

Makalah ini mengeksplorasi praktik sehari-hari komunikasi Islam informal di kalangan mahasiswa Muslim di Andhra University, sebuah universitas publik di India sekuler. Penelitian ini menyelidiki bagaimana dawah diwujudkan dalam interaksi harian, pilihan gaya hidup, dan keterlibatan teman sebaya di luar konteks keagamaan tradisional. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini mengungkap cara pemuda Muslim menavigasi identitas religius mereka serta mengkomunikasikan nilai-nilai Islam di lingkungan akademik multikultural. Temuan menunjukkan bahwa dawah sehari-hari muncul dalam bentuk halus—seperti mengingatkan teman untuk sholat, berbagi konten Islam di media sosial, atau memperlihatkan perilaku etis—sebagai sarana ekspresi religius dan koneksi sosial. Makalah ini berkontribusi pada kajian komunikasi Islam dengan menyoroti signifikansi dawah non‑institusional di ruang pluralistik dan sekuler seperti universitas di India.

Penelitian ini mengkaji praktik dawah sehari-hari mahasiswa Muslim di Andhra University melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, menunjukkan bahwa dawah tidak terbatas pada ceramah formal melainkan terjadi dalam percakapan santai, tindakan berbusana, dan penggunaan media digital.Temuan utama menunjukkan bahwa mahasiswa menggabungkan strategi narasi relasional, keterlibatan lembut, dan keheningan strategis untuk menyeimbangkan identitas religius dengan lingkungan sekuler, sehingga menciptakan ruang dawah yang subtil dan kontekstual.Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan kasus di universitas lain, mengeksplorasi peran bahasa daerah dalam konten digital dawah, serta melakukan studi longitudinal mengenai dampak dawah sehari-hari terhadap pembentukan identitas religius mahasiswa Muslim.

Penelitian lanjutan dapat membandingkan praktik dawah informal mahasiswa Muslim di beberapa universitas di India untuk mengidentifikasi perbedaan konteks regional dan strategi adaptasi yang muncul; selanjutnya, studi dapat meneliti efektivitas konten dawah digital yang menggunakan bahasa daerah (seperti Telugu, Urdu, atau Hindi) dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi non‑Muslim, sehingga mengungkap peran bahasa dalam komunikasi lintas budaya; terakhir, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi bagaimana praktik dawah sehari-hari memengaruhi perkembangan identitas religius mahasiswa Muslim selama masa studi mereka, dengan mengukur perubahan sikap, kepercayaan, dan perilaku keagamaan seiring waktu.

  1. Effective E-Da’wah Strategies for Navigating Religious Moderation Campaign in the Era of Digital... doi.org/10.15642/jki.2023.13.2.233-248Effective E DaAowah Strategies for Navigating Religious Moderation Campaign in the Era of Digital doi 10 15642 jki 2023 13 2 233 248
  2. Identity work responses to workplace stigmatization: Power positions, authenticity, religious coping... doi.org/10.1111/joop.12553Identity work responses to workplace stigmatization Power positions authenticity religious coping doi 10 1111 joop 12553
Read online
File size380.15 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test