LENTERADUALENTERADUA

JNANALOKAJNANALOKA

Penelitian ini membahas penanganan potensi abrasi melalui budidaya mangrove di Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk memahami peran mangrove dalam mengurangi abrasi melalui hubungan antara pola distribusi fisik sedimen dan tutupan kanopi mangrove. Analisis granulometri digunakan untuk mengetahui pola distribusi fisik sedimen dan interpretasi lingkungan sedimentasi, sementara analisis hemispherical photography digunakan untuk mengidentifikasi perkembangan mangrove. Pengambilan data dilakukan di tiga lokasi berdasarkan zona pasang-surut. Hasil analisis granulometri menunjukkan ukuran butir sedimen berkisar antara pasir halus hingga sedang (0.074 - 2 mm) dengan nilai statistik mean antara 1,30 hingga 2,17. Nilai sorting berkisar antara 1,55 hingga 1,65 (poorly sorted), skewness antara 0,43 hingga 0,56 (strongly fine skewness), dan kurtosis antara 0,59 hingga 0,82 (platykurtic to very platykurtic). Analisis tutupan kanopi menunjukkan persentase antara 82,39 hingga 92.03, dengan persentase terkecil pada jenis mangrove Avicennia sp. Mangrove jenis ini berada pada lingkungan sedimen berukuran pasir sedang. Rhizopora sp hanya berkembang di lokasi yang lebih jauh dari muara sungai, dengan sedimen halus dan kurtosis platykurtic. Keberadaan sedimen halus yang melimpah pada dinamika pasang-surut muara Sungai Opak menunjukkan peran ekosistem mangrove dalam mengurangi abrasi di Pantai Baros.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran butir sedimen di Pantai Baros berkisar antara pasir halus hingga sedang, dengan karakteristik distribusi yang dipengaruhi oleh dinamika pasang surut muara Sungai Opak.Persentase tutupan kanopi mangrove berkisar antara 82,39% hingga 92,03%, menunjukkan kondisi pertumbuhan mangrove yang baik.Keberadaan jenis mangrove Avicennia sp dan Rhizopora sp yang beradaptasi dengan jenis sedimen yang berbeda menunjukkan peran penting mangrove dalam mengurangi abrasi di Pantai Baros.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pemodelan dinamika sedimen di muara Sungai Opak untuk memprediksi laju akresi dan erosi pantai secara lebih akurat. Selain itu, studi tentang efektivitas berbagai jenis mangrove dalam meredam energi gelombang dan menstabilkan garis pantai perlu dilakukan untuk mengoptimalkan strategi restorasi mangrove. Terakhir, penelitian mengenai interaksi antara mangrove dengan biota laut lainnya, seperti terumbu karang dan padang lamun, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fungsi ekosistem pesisir secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan karena perubahan iklim dan aktivitas manusia terus memberikan tekanan pada ekosistem pesisir, sehingga diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan. Dengan memahami proses-proses alami yang terjadi di ekosistem pesisir, kita dapat mengembangkan strategi pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk melindungi sumber daya alam dan masyarakat pesisir.

Read online
File size5.61 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test