IDID

JAMSIJAMSI

Hasil Survei Kesehatan Nasional Indonesia 2013 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 1-4 tahun, 5-14 tahun, dan 15-24 tahun masing-masing adalah 28,1%, 26,4%, dan 18,4%. Terjadi peningkatan prevalensi dibandingkan dengan survei sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2007, yaitu masing-masing 27,7%, 9,4% dan 6,9% pada anak usia 1-4 tahun, 5-14 tahun dan 15-24 tahun. Secara khusus, prevalensi anemia pada anak usia sekolah dan remaja hampir tiga kali lipat (Linder, 1958). Menurut data hasil Riskedas tahun 2013 remaja putri mengalami anemia yaitu 37,1%, mengalami peningkatan menjadi 48,9% pada Riskesdas 2018, dengan proporsi anemia ada di kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun. (Kesehatan, 2018). Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus, begitupun dengan wilayah timur indonesia, dipanti asuhan bukit hermon terdapat anak-anak panti yang dibina yang juga bisa punya peluang mengalami Gejala anemia yang bervariasi Berdasarkan hal tersebut maka Kami melakukan Pengabdian di Panti Asuhan Bukit Hermon kota sorong dan terus mengupayakan pencegahan anemia di wilayah kota sorong Tujuan memberikan terapi modalitas berupa senam anemia di panti asuhan bukit hermon kota sorong untuk mengatasi gejala anemia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Edukasi dengan melakukan intervensi senam anemia di Panti asuhan bukti Hermon Kota sorong. hasil dalam kegiatan ini terlihat anak-anak panti mulai mengusai gerakan berakan sederhana yang diajarkan melalui edukasi terkait Senam anemia yang nantinya bisa berguna dalam menurunkan gejala gejala anemia yang bisa terjadi.

Pemberian terapi modalitas senam anemia pada kelompok anak panti asuhan sangat penting untuk terus dilakukan sehingga memiliki kesadaran bersama dan memiliki pengetahuan tentang pentingnya menghilangkan gejala-gejala anemia yang bisa berefek pada kualitas hidup.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak panti mengenai pencegahan anemia sejak usia dini.Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh sehat dan mengatasi gejala anemia secara mandiri.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari senam anemia terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada anak-anak panti asuhan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas senam anemia dengan intervensi lain, seperti pemberian suplemen zat besi, untuk menentukan pendekatan yang paling optimal dalam mengatasi anemia pada anak-anak. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman anak-anak panti asuhan terhadap senam anemia, serta faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dan keberhasilan program ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai pencegahan dan penanganan anemia pada anak-anak, khususnya di lingkungan panti asuhan, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Terapi Modalitas Senam Anemia pada Anak Panti Asuhan Bukit Hermon Kota Sorong | Jurnal Abdi Masyarakat... jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/278Terapi Modalitas Senam Anemia pada Anak Panti Asuhan Bukit Hermon Kota Sorong Jurnal Abdi Masyarakat jamsi jurnal id index php jamsi article view 278
Read online
File size400.51 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test