UNIPMAUNIPMA

EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan PembelajarannyaEQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya

Berbagai upaya telah dilakukan, namun kemiskinan masih menjadi isu di beberapa daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Tenggara. Selama kurang lebih satu dasawarsa terakhir, penurunan angka kemiskinan di provinsi ini tergolong sangat kecil pada beberapa indikatornya. Bahkan, tingkat kemiskinan di Sulawesi Tenggara masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dampak langsung pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja sektor pertambangan terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Tenggara. Dengan menggunakan data sekunder time series selama 15 tahun terakhir (2010-2024), penelitian ini menggunakan tingkat kemiskinan sebagai variabel dependen, dengan pertumbuhan sektor pertambangan dan penyerapan tenaga kerja sektor pertambangan sebagai variabel independen. Data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrika, yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa pertumbuhan sektor pertambangan memiliki dampak positif signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Ini berarti, peningkatan pada sektor pertambangan justru berkorelasi dengan peningkatan tingkat kemiskinan. Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja sektor pertambangan tidak berdampak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam perumusan kebijakan pengurangan kemiskinan yang lebih bertarget. Misalnya, diperlukan optimalisasi yang lebih baik dari pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja di sektor pertambangan agar benar-benar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sektor pertambangan belum mampu berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tenggara.Pertumbuhan sektor pertambangan justru meningkatkan kemiskinan, sementara penyerapan tenaga kerja tidak memiliki dampak signifikan terhadap kemiskinan.Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data mikro di level rumah tangga guna menganalisis dampak langsung keberadaan tambang terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar, serta merancang kebijakan pengurangan kemiskinan yang lebih bertarget dengan mengoptimalkan pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja lokal di sektor pertambangan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai mekanisme bagaimana pertumbuhan sektor pertambangan justru berkorelasi positif dengan peningkatan kemiskinan di Sulawesi Tenggara, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti distribusi manfaat ekonomi, dampak lingkungan, dan perubahan sosial budaya. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada efektivitas program-program pemberdayaan masyarakat lokal yang terkait dengan sektor pertambangan, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, dan peningkatan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan dampak sektor pertambangan terhadap kemiskinan di Sulawesi Tenggara dengan daerah lain yang memiliki karakteristik serupa, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan pelajaran yang dapat diterapkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif dalam mengatasi masalah kemiskinan di daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam.

  1. Ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo Ngawi: Studi Makna Simbolik dan Potensinya... e-journal.unipma.ac.id/index.php/gulawentah/article/view/5521Ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo Ngawi Studi Makna Simbolik dan Potensinya e journal unipma ac index php gulawentah article view 5521
Read online
File size519.58 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test