EUREKAEUREKA

IJOLEH : International Journal of Education and HumanitiesIJOLEH : International Journal of Education and Humanities

Terjemahan berperan vital dalam menjembatani bahasa dan budaya, dan perkembangan cepat teknologi telah menciptakan peluang serta tantangan baru bagi pendidikan penerjemah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perspektif mahasiswa tentang bagaimana penggunaan teknologi dapat meningkatkan kualitas terjemahan mereka pada kelas terjemahan tingkat universitas, dengan fokus pada akurasi, kefasihan, dan efisiensi, serta mengidentifikasi hambatan yang ada. Desain penelitian kualitatif dengan purposive sampling terhadap 46 mahasiswa dari dua kelas terjemahan di Departemen Bahasa Inggris Universitas Khairun dilakukan; data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi‑terstruktur, dan hasil terjemahan mahasiswa, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa menurut pengalaman mahasiswa, teknologi meningkatkan kefasihan dan efisiensi terjemahan, meskipun hambatan seperti kurangnya pelatihan dan ketergantungan berlebih tetap ada. Penelitian merekomendasikan integrasi teknologi ke dalam kurikulum dengan strategi pedagogis yang tepat. Kesimpulannya, penggunaan teknologi yang efektif dan reflektif dapat mentransformasi pendidikan terjemahan dengan membentuk penerjemah yang kompeten secara digital, otonom, dan kritis siap menghadapi dunia profesional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan alat teknologi seperti CAT, mesin terjemahan, dan aplikasi berbasis AI dapat meningkatkan akurasi, konsistensi, dan efisiensi terjemahan mahasiswa, asalkan mereka memiliki literasi digital, akses yang memadai, dan dukungan pedagogis.Namun, tantangan seperti ketergantungan berlebih, beban kognitif, dan ketidaksetaraan akses tetap menghambat penerapan optimal teknologi dalam pembelajaran.Oleh karena itu, diperlukan pergeseran pedagogis yang sistematis untuk mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum, menekankan post‑editing, pengambilan keputusan kritis, dan praktik reflektif guna mempersiapkan mahasiswa menjadi penerjemah yang beridentitas sebagai linguist yang teraugmentasi.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk mengukur dampak penggunaan berkelanjutan alat teknologi terjemahan terhadap perkembangan kompetensi mahasiswa selama beberapa semester, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan jangka panjang dalam akurasi dan efisiensi terjemahan. Selanjutnya, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas teknologi terjemahan pada pasangan bahasa yang berbeda, misalnya Bahasa Indonesia‑Inggris versus Bahasa Indonesia‑Arab, guna memahami apakah faktor linguistik memengaruhi manfaat dan hambatan penggunaan alat tersebut. Terakhir, peneliti dapat mengeksplorasi pengaruh sistem AI generatif terbaru, seperti model bahasa besar, terhadap praktik pedagogis di kelas terjemahan, termasuk bagaimana integrasi AI dapat memperkaya proses post‑editing sekaligus mengurangi risiko ketergantungan berlebih pada mesin.

  1. Students’ Perspective on Using Technology to Improve Translation Quality in Translation Classes... doi.org/10.56314/ijoleh.v4i2.400StudentsAo Perspective on Using Technology to Improve Translation Quality in Translation Classes doi 10 56314 ijoleh v4i2 400
  2. The Coding Manual for Qualitative Researchers. coding manual qualitative researchers doi.org/10.29333/ajqr/12085The Coding Manual for Qualitative Researchers coding manual qualitative researchers doi 10 29333 ajqr 12085
  3. Translation unit and quality of translation | John Benjamins. translation unit quality john benjamins... doi.org/10.1075/resla.18017.qasTranslation unit and quality of translation John Benjamins translation unit quality john benjamins doi 10 1075 resla 18017 qas
Read online
File size669.82 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test