IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Artikel ini membahas tentang kepemimpinan kiai di dua pondok pesantren di Kota Cirebon. Difokuskan pada sistem pemilihan kiai di pesantren, model kepemimpinan yang dikembangkan oleh kiai, efektivitasnya, dan peran kiai di masyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di dua pesantren, ditemukan bahwa pola kepemimpinan di pesantren di Kota Cirebon berbeda. Pemilihan didasarkan pada diskusi, keturunan, dan penunjukan pemerintah. Namun secara umum sistem pemilihan pimpinan yang berkembang di pesantren-pesantren di Kota Cirebon diketahui bahwa ada dua, yaitu sistem musyawarah dan pengajuan; dan sistem keturunan (nasab). Dari kedua sistem pemilihan tersebut, tentu memiliki karakteristik serta nilai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sedangkan tipe kepemimpinan yang dianut pada Pondok pesantren atau boarding school di Kota Cirebon mencakup dua tipe kepemimpinan, yaitu Kepemimpinan Paternalisitik dan Birokratik. Kedua tipe kepemimpinan tersebut sebenarnya tidak terlepas dari sistem pemilihan yang dilakukan.

Berdasarkan pembahasan di atas, diketahui bahwa ada dua sistem pemilihan pimpinan pada pondok pesantren di Cirebon, yaitu sistem musyawarah dan pengajuan, yang diterapkan di Miftahul Ullum Telkom Islamic Boarding School Kemuning Kota Cirebon.dan sistem keturunan (nasab), dianut Pondok Pesantren Nuurusshidiiq.Sistem pemilihan pimpinan di pondok pesantren yang masih memegang tradisi dan sistem “kepemimpinan turun-temurun perlu untuk membuka diri agar dapat menerima dan menghargai hak-hak individu dan hak-hak minoritas.Sedangkan tipe kepemimpinan yang dianut pada Pondok pesantren atau boarding school di Kota Cirebon mencakup dua tipe kepemimpinan, yaitu Kepemimpinan Paternalisitik dan Birokratik.Kedua tipe kepemimpinan tersebut sebenarnya tidak terlepas dari sistem pemilihan yang dilakukan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh sistem pemilihan pimpinan terhadap kualitas pendidikan di pondok pesantren, dengan membandingkan pesantren yang menerapkan sistem musyawarah dengan yang menerapkan sistem keturunan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas model kepemimpinan paternalistik dan birokratik dalam konteks pondok pesantren modern, serta bagaimana kedua model tersebut dapat diintegrasikan untuk menciptakan kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan indikator-indikator keberhasilan kepemimpinan kiai atau direktur di pondok pesantren, yang mencakup aspek spiritual, akademik, sosial, dan ekonomi, sehingga dapat menjadi acuan bagi peningkatan kualitas kepemimpinan di pondok pesantren secara keseluruhan.

Read online
File size313.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test