TEFLINTEFLIN

TEFLIN JournalTEFLIN Journal

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi stance dan engagement dalam interaksi pembelajar EFL Indonesia selama diskusi panel dan presentasi kelompok di kelas. Dengan menggunakan kerangka Hyland (2005), kami menyelidiki penanda stance dan engagement dalam UMSpEAKs, sebuah korpus lisan pembelajar EFL yang berbicara dalam konteks akademik. Temuan keseluruhan menunjukkan bahwa proyeksi stance lebih umum daripada engagement audiens. Proyeksi stance dalam kedua peristiwa pidato ini dibangun oleh penanda ragu-ragu dan sebutkan diri sendiri. Sepertinya ada keraguan di antara pembelajar untuk menggunakan penanda stance lainnya seperti peningkat dan penanda sikap. Mengenai engagement audiens, sebutkan audiens sangat sering terjadi, sementara arahan, sela, referensi pengetahuan, dan pertanyaan jarang digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembicara dalam kedua peristiwa pidato cenderung memproyeksikan sikap yang rendah hati dan sopan, yang kadang-kadang menyebabkan proyeksi diri yang tidak pasti dan ambigu. Pembicara ini cenderung berkomunikasi dengan audiens dengan menggunakan kata ganti orang kedua kamu untuk menjaga mereka terlibat dalam interaksi.

Penelitian ini menyelidiki interaksi pembelajar EFL Indonesia selama diskusi panel dan presentasi kelompok dengan menggunakan kerangka Hyland (2008) tentang stance dan engagement.Temuan menunjukkan bahwa ada lebih banyak penanda stance daripada penanda engagement dalam interaksi pembelajar dalam kedua peristiwa pidato.Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa penanda tertentu jauh lebih sering terjadi daripada yang lain, yang menunjukkan kebutuhan untuk memperkenalkan pembelajar EFL dengan berbagai penanda linguistik yang menunjukkan stance dan engagement, dan bagaimana menggunakannya dengan tepat untuk membangun persuasi akademik yang efektif dalam pidato akademik.Peristiwa pidato seperti diskusi panel dan presentasi kelompok mungkin menantang bagi pembelajar EFL karena pembicara diharapkan untuk mempresentasikan argumen mereka, bernegosiasi dengan audiens, dan menyelesaikan dalam waktu (Yang, 2014).Oleh karena itu, penting bagi guru bahasa Inggris untuk tujuan akademik untuk memberikan instruksi eksplisit tentang penanda stance dan engagement.Pembelajar dapat lebih banyak manfaat dari instruksi eksplisit tentang berbagai kategori dan fungsi penanda stance dan engagement yang tersedia (Kizil, 2017.Mengenai kurangnya penanda engagement dalam kedua peristiwa pidato, mengembangkan rasa engagement audiens di kelas serta konteks dunia nyata harus ditekankan (Yu & Cadman, 2009).Untuk mengotentikasi pengajaran, berguna untuk sesekali mengundang audiens dari berbagai disiplin ilmu untuk menghadiri diskusi panel dan presentasi kelompok di kelas.Hal ini dapat meningkatkan kesadaran audiens pembelajar serta membantu mereka berlatih mempresentasikan argumen yang meyakinkan.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan dan menerapkan strategi pembelajaran aktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan keterampilan presentasi mereka. Penelitian oleh Mardiningrum dan Ramadhani (2022) menunjukkan bahwa teknik presentasi interaktif dan sesi umpan balik antar teman dapat mendorong pembelajar untuk fokus pada pengiriman dan engagement audiens mereka, bukan hanya membaca dari slide.. . 2. Mengintegrasikan alat presentasi interaktif seperti Mentimeter, yang dapat mempromosikan pendekatan yang lebih interaktif dalam memberikan presentasi. Sesi pelatihan tentang cara menggunakan alat-alat ini, bersama dengan desain slide yang efektif dan keterampilan presentasi, dapat membantu pembelajar EFL memahami cara menggunakan alat visual untuk menyeimbangkan stance dan engagement mereka tanpa membebani audiens dengan informasi.. . 3. Menganalisis lebih lanjut penggunaan penanda engagement dalam interaksi pembelajar EFL, terutama dalam konteks Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajar cenderung menggunakan penanda engagement dengan frekuensi yang lebih rendah, yang mungkin terkait dengan kesulitan dalam menentukan tingkat engagement yang dianggap pantas. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan penanda engagement dan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan engagement audiens dalam interaksi pembelajar EFL.

  1. Metadiscourse: Definitions, Issues and Its Implications for English Teachers | Amiryousefi | English... doi.org/10.5539/elt.v3n4p159Metadiscourse Definitions Issues and Its Implications for English Teachers Amiryousefi English doi 10 5539 elt v3n4p159
  2. Exploring Learner Language Through Corpora: Comparing and Interpreting Corpus Frequency Information -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/lang.12226Exploring Learner Language Through Corpora Comparing and Interpreting Corpus Frequency Information onlinelibrary wiley doi 10 1111 lang 12226
  3. Metadiscourse in Academic Writing of Pre-University Arab Students at the International Islamic University... doi.org/10.1051/matecconf/201815005086Metadiscourse in Academic Writing of Pre University Arab Students at the International Islamic University doi 10 1051 matecconf 201815005086
  4. Classroom Interaction and Communication Strategies in Learning English as a Foreign Language | ELOPE:... journals.uni-lj.si/elope/article/view/3285Classroom Interaction and Communication Strategies in Learning English as a Foreign Language ELOPE journals uni lj si elope article view 3285
  5. Metadiscourse in Persuasive Writing - AVON CRISMORE, RAIJA MARKKANEN, MARGARET S. STEFFENSEN, 1993. persuasive... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0741088393010001002Metadiscourse in Persuasive Writing AVON CRISMORE RAIJA MARKKANEN MARGARET S STEFFENSEN 1993 persuasive journals sagepub doi 10 1177 0741088393010001002
Read online
File size485.46 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test