UADUAD

Teaching English as a Foreign Language JournalTeaching English as a Foreign Language Journal

Pembelajaran budaya di tahun-tahun terakhir menunjukkan bahwa kita mengikuti sistem pembelajaran abad ke-21 di mana teknologi memainkan peran penting di dalamnya. Implementasi teknologi dalam aktivitas pembelajaran bergantung pada kompetensi digital guru: guru imigran digital dan guru asli digital. Penelitian ini menyelidiki bagaimana teknologi digunakan oleh guru bahasa Inggris, dengan fokus pada perbedaan antara dua generasi yang berbeda. Studi kualitatif deskriptif ini melibatkan guru bahasa Inggris dari generasi yang berbeda; seorang guru dengan pengalaman mengajar 7 tahun dan guru lainnya dengan pengalaman mengajar 22 tahun. Wawancara semi-terstruktur mendalam dilakukan untuk mengumpulkan data. Kerangka Kerja Apple Classroom Tomorrow (ACOT) digunakan untuk menganalisis bagaimana guru imigran digital dan guru asli digital di kelas mengimplementasikan teknologi. Hasilnya adalah bahwa penduduk asli digital dan imigran berbeda dalam mengimplementasikan teknologi karena usia dan pengalaman, motivasi siswa, dan fasilitas ICT. Generasi Z adalah peserta dalam proses pembelajaran-pengajaran EFL di era digital, dan penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi digital guru harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Penelitian ini mengidentifikasi perbedaan dalam implementasi teknologi antara guru imigran digital dan guru asli digital.Guru asli digital cenderung mengadopsi dan beradaptasi dengan teknologi dalam pembelajaran, sementara guru imigran digital lebih banyak menggunakan metode tradisional.Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor usia, pengalaman, motivasi siswa, dan ketersediaan fasilitas ICT.Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kompetensi digital guru untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di era digital.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi digital guru imigran digital, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan spesifik yang mereka hadapi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan implementasi teknologi di berbagai konteks pendidikan, seperti sekolah negeri dan swasta, atau wilayah geografis yang berbeda, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi siswa terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta dampaknya terhadap motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara efektif dalam pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi semua siswa.

  1. The importance of digitalization in the education process | E3S Web of Conferences. importance education... doi.org/10.1051/e3sconf/202130706002The importance of digitalization in the education process E3S Web of Conferences importance education doi 10 1051 e3sconf 202130706002
  2. Is digital upskilling the next generation our ‘pipeline to prosperity’? - Huw C Davies, Rebecca... doi.org/10.1177/1461444818783102Is digital upskilling the next generation our Aopipeline to prosperityAo Huw C Davies Rebecca doi 10 1177 1461444818783102
  3. How digital immigrants differ from digital native teachers in implementing technology in the classroom... journal1.uad.ac.id/index.php/tefl/article/view/166How digital immigrants differ from digital native teachers in implementing technology in the classroom journal1 uad ac index php tefl article view 166
Read online
File size431.1 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test