UNISMUHUNISMUH

EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRISEXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Teori multiple intelligences menyatakan bahwa kecerdasan manusia tidak hanya diukur melalui tes IQ standar pada kemampuan verbal dan matematis. Namun, teori ini mengasumsikan bahwa kecerdasan manusia terdiri dari sembilan jenis kecerdasan yang dimiliki masing‑masing individu. Dengan mengenali jenis‑jenis kecerdasan yang berbeda, dapat membantu memahami gaya belajar yang beragam. Berdasarkan hal tersebut, banyak guru yang memahami perbedaan belajar antar siswa mulai mengimplementasikan teori ini dalam pengajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kepercayaan guru mengenai penggunaan pengajaran bahasa Inggris berbasis multiple intelligences untuk pembelajar muda. Peneliti menggunakan desain kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi kepercayaan guru terhadap penggunaan pengajaran bahasa Inggris berbasis multiple intelligences bagi EFL young learners. Studi ini dilakukan di salah satu sekolah dasar di Surakarta yang menerapkan teori multiple intelligences sebagai sistem dalam proses instruksinya. Dua guru dipilih sebagai partisipan dan data dikumpulkan melalui wawancara. Temuan menunjukkan bahwa kepercayaan guru terhadap pengajaran bahasa Inggris berbasis teori multiple intelligences bagi pembelajar muda merupakan strategi terbaik yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran saat ini di sekolah mereka. Mereka percaya bahwa sistem multiple intelligences meningkatkan prestasi siswa serta menyadari pentingnya pengajaran bahasa Inggris berbasis teori tersebut untuk memperbaiki instruksi mereka.

Pada akhirnya, temuan penelitian ini diharapkan menjadi sumber bagi guru untuk memperbarui kepercayaan mereka tentang kemampuan siswa.Selain itu, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi guru bahasa Inggris dalam mengeksplorasi dan meningkatkan kualitas pengajaran mereka.Guru juga diharapkan dapat menciptakan strategi pengajaran secara kreatif dengan menyadari beragam gaya belajar siswa.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penerapan pendekatan multiple intelligences dalam pengajaran bahasa Inggris memengaruhi kemampuan berbahasa siswa secara kuantitatif, misalnya dengan membandingkan hasil tes keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara antara kelas yang menggunakan MI dan kelas tradisional. Selanjutnya, studi longitudinal selama dua hingga tiga tahun dapat mengamati dampak jangka panjang penggunaan MI terhadap motivasi belajar dan retensi pengetahuan siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau menghambat keberlanjutan strategi tersebut. Penelitian lain dapat mengeksplorasi integrasi teknologi digital, seperti aplikasi belajar berbasis game yang menyesuaikan aktivitas dengan tipe kecerdasan masing‑masing siswa, untuk menilai apakah media interaktif meningkatkan efektivitas MI dalam konteks pembelajaran daring. Selain itu, studi kualitatif dengan melibatkan guru pemula dapat meneliti kebutuhan pelatihan khusus dalam mengembangkan kompetensi merancang materi MI, sehingga menghasilkan pedoman profesional yang praktis. Akhirnya, penelitian komparatif antar budaya dapat membandingkan persepsi guru dan hasil belajar di sekolah yang menerapkan MI di wilayah lain, guna menguji generalisasi temuan pada konteks pendidikan yang beragam.

Read online
File size610.01 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test