UNIPASBYUNIPASBY
Jurnal Buana Pedagogi OlahragaJurnal Buana Pedagogi OlahragaPenerapan metode Discovery Learning pada kegiatan pembelajaran siswa kelas VI SDN Siwalankerto II diperlukan dalam rangka meningkatkan hasil belajar senam berirama. Berdasarkan temuan guru PJOK, siswa masih belum memenuhi standar nilai yang telah ditetapkan. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan hasil belajar khususnya dalam senam berirama. Tujuan penelitian ini yaitu ingin memperbaiki aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar senam berirama melalui penerapan metode Discovery Learning. Desain penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan beberapa tahapan. Objek dan subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VI SDN Siwalankerto II Kota Surabaya. Instrumen pengambilan data menggunakan jenis tes dan observasi. Analisis data meliputi persentase, ketuntasan individu, dan ketuntasan klasikal, serta persentase peningkatan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Persentase aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I, kategori Baik Sekali 0%, Kategori Baik 17%, kategori Cukup 30%, dan 53% masuk pada kategori Kurang. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan persentase skor aktivits belajar siswa yaitu terdapat 30% siswa masuk kategori Bai Sekali, 57% siswa masuk pada kategori Baik, 13 Siswa masuk pada kategori Cukup, dan pada siklus II tidak ada siswa yang masuk pada kategori Kurang. Selanjutnya persentase peningkatan hasil belajar klasikal pada siklus I hanya 36% meningkat menjadi 86% pada siklus II. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu penerapan metode Discovery Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar senam berirama pada siswa kelas VI SDN Siwalankerto II.
Penerapan metode Discovery Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar senam berirama pada siswa kelas VI SDN Siwalankerto II.Persentase aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I menunjukkan kategori Baik Sekali 0%, Kategori Baik 17%, kategori Cukup 30%, dan 53% masuk pada kategori Kurang.Pada siklus II, terjadi peningkatan persentase skor aktivitas belajar siswa, dengan 30% siswa masuk kategori Bai Sekali, 57% siswa masuk pada kategori Baik, 13 Siswa masuk pada kategori Cukup, dan tidak ada siswa yang masuk pada kategori Kurang.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh penerapan metode Discovery Learning terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran PJOK, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi motivasi siswa, seperti minat, kepercayaan diri, dan dukungan sosial. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran Discovery Learning yang disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas VI, dengan mempertimbangkan gaya belajar, tingkat kemampuan, dan kebutuhan khusus siswa. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media pembelajaran digital dalam penerapan metode Discovery Learning, dengan tujuan meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pemahaman konsep-konsep senam berirama. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana metode Discovery Learning dapat dioptimalkan untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa dalam mata pelajaran PJOK.
| File size | 932.11 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Hal ini ditandai dengan perolehan hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di sekolah. Penelitian ini bertujuan untukHal ini ditandai dengan perolehan hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk
AFEKSIAFEKSI Kesimpulan yang didapatkan media pembelajaran berbasis Google Sites yang dikembangkan sangat layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai inovasi pembelajaranKesimpulan yang didapatkan media pembelajaran berbasis Google Sites yang dikembangkan sangat layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai inovasi pembelajaran
AFEKSIAFEKSI Studi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain eksperimen semu tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dariStudi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain eksperimen semu tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari
AFEKSIAFEKSI Temuan ini memperkuat asumsi bahwa alokasi waktu belajar di luar pembelajaran formal sangat berperan dalam meningkatkan pemahaman, ketepatan makhraj, kelancaran,Temuan ini memperkuat asumsi bahwa alokasi waktu belajar di luar pembelajaran formal sangat berperan dalam meningkatkan pemahaman, ketepatan makhraj, kelancaran,
AFEKSIAFEKSI 2 sebagai kelas eksperimen dan VII. 1 sebagai kelas kontrol, dengan jumlah masing-masing 29 siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata nilai2 sebagai kelas eksperimen dan VII. 1 sebagai kelas kontrol, dengan jumlah masing-masing 29 siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata nilai
ABULYATAMAABULYATAMA Nilai signifikansi pada variabel disiplin belajar dan hasil belajar adalah 0,000, yang kurang dari 0,05. Nilai korelasi (r-hitung) sebesar 0,985 menunjukkanNilai signifikansi pada variabel disiplin belajar dan hasil belajar adalah 0,000, yang kurang dari 0,05. Nilai korelasi (r-hitung) sebesar 0,985 menunjukkan
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan media e-komik edukatif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu PengetahuanPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan media e-komik edukatif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
UNIMALUNIMAL Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 78,33, sedangkan rata-rata nilai post-test kelas kontrol sebesar 57,38.Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 78,33, sedangkan rata-rata nilai post-test kelas kontrol sebesar 57,38.
Useful /
UMSBUMSB 3) Berdasarkan hasil analisis setelah penerapan model pembelajaran SAVI dalam pembelajaran bahasa Arab, sebagian besar siswa, yaitu 89,5%, mengalami peningkatan3) Berdasarkan hasil analisis setelah penerapan model pembelajaran SAVI dalam pembelajaran bahasa Arab, sebagian besar siswa, yaitu 89,5%, mengalami peningkatan
PUSDIGPUSDIG Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dengan fokus pada Digitalisasi Kesenian Makassar Gambusu telahProgram Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dengan fokus pada Digitalisasi Kesenian Makassar Gambusu telah
UNIPASBYUNIPASBY Analisis data deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran data hasil tes dan selanjutnya dilakukan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatanAnalisis data deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran data hasil tes dan selanjutnya dilakukan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan
UNIPASBYUNIPASBY Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui metode survei dengan menggunakan instrumen angket. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMKPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui metode survei dengan menggunakan instrumen angket. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMK