STKIP JBSTKIP JB

SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaSASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap formasi ideologi kapitalisme yang dianut oleh tokoh Belanda dan Jepang serta dampaknya yang merugikan masyarakat Halimunda dalam novel *Cantik Itu Luka*; (2) mengidentifikasi formasi ideologi humanisme yang dianut oleh tokoh Sang Shandancho dan pengaruh positifnya terhadap individu dan masyarakat melalui perlawanan terhadap penjajahan Jepang; serta (3) mengaitkan kedua formasi ideologi tersebut dengan teori Gramsci. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan tujuan menggambarkan secara komprehensif formasi ideologi kapitalisme dan humanisme. Data berupa kutipan dari novel *Cantik Itu Luka* karya Eka Kurniawan, dengan teknik analisis membaca catat dan studi pustaka.

Penelitian menemukan bahwa ideologi kapitalisme yang dianut oleh tokoh Belanda, Jepang, serta walikota dan Mama Kalong menyebabkan penderitaan dan eksploitasi terhadap masyarakat Halimunda.Sebaliknya, ideologi humanisme yang diusung oleh Sang Shandancho dan Dewi Ayu memberikan harapan serta aksi perlawanan terhadap penjajahan.Konflik antara kedua ideologi tersebut menyoroti dinamika perjuangan rakyat Halimunda dalam menghadapi penindasan kolonial.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana formasi ideologi kapitalisme dan humanisme muncul dalam novel‑novel lain karya Eka Kurniawan, sehingga dapat dibandingkan pola‑pola ideologisnya dengan yang terdapat dalam *Cantik Itu Luka* menggunakan kerangka teori Gramsci. Selain itu, dilakukan survei kepada pembaca muda di Indonesia untuk mengetahui bagaimana representasi ideologi dalam novel ini memengaruhi pemahaman mereka tentang sejarah kolonial dan nilai‑nilai kemanusiaan. Selanjutnya, penelitian interdisipliner dapat mengaitkan pemaparan ideologi dalam sastra dengan kebijakan ekonomi dan politik kolonial yang tercatat dalam arsip sejarah, sehingga dapat mengungkap hubungan sebab‑akibat antara narasi fiksi dan realitas sosial. Penelitian juga dapat memperluas metodologi dengan memasukkan analisis wacana visual, seperti ilustrasi atau adaptasi film, untuk melihat bagaimana visualisasi ideologi memperkuat atau mengubah pesan novel. Akhirnya, kajian longitudinal tentang perubahan persepsi ideologi pembaca seiring waktu dapat memberikan gambaran tentang dampak jangka panjang sastra sebagai media edukasi sosial.

  1. KAJIAN FORMASI IDEOLOGI HUMANISME DAN KAPITALISME DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN | Namang... ejournal.stkipjb.ac.id/index.php/sastra/article/view/902KAJIAN FORMASI IDEOLOGI HUMANISME DAN KAPITALISME DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN Namang ejournal stkipjb ac index php sastra article view 902
Read online
File size1.32 MB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test