DINASTIREVDINASTIREV
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikPoligami secara mendalam adalah perkawinan yang dilakukan laki-laki kepada perempuan lebih dari seorang, tentunya dalam praktek pelaksanaanya terdapat pro dan kontra terhadap poligami. Demi kemaslahatan umum diperlukan adanya alasan-alasan terhadap perkawinan poligami. Misalnya, kemandulan seorang wanita yang kehilangan daya fisik atau mental akan banyak menyeret terjadinya perceraian dari pada poligami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis regulasi yang poligami masih belum mencerminkan nilai-nilai keadilan Islam, Untuk mengatahui dan menganalisis kelemahan-kelemahan regulasi Poligami dan Untuk menganalisis konsep ideal dalam merekontruksi tata kelola perkawinan poligami agar tidak dianggap tabu dan risih dimata keluarga dan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang digunakan untuk meneliti fungsi suatu norma yang meletak undang-undang sebagai instrumen yang mengatur dan mengendalikan masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme yaitu suatu paradigma yang memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, tetapi berbentuk dari hasil kontruksi). Teori hukum yang digunakan sebagai analisis yaitu teori keadilan Islam sebagai grand theory, teori sistem hukum sebagai middle theory, dan teori hukum progresif sebagai apply theory. Hasil dari penelitian ini ialah Regulasi poligami yang diatur dalam undang-undang nomor 1 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan masih belum mencerminkan nilai-nilai keadilan islam karena terdapat beberapa pasal dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 yang berkaitan dengan poligami khusunya syarat untuk mendapatkan persetujuan Isteri kurang relevan dengan perkembangan zaman, Kelemahan-kelemahan regulasi poligami yang diatur dalam undang undang no. 1 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan dan didalam alquran serta hadist saat ini adalah aturan poligami hanya mencakup keadilan materiil saja, dan Konsep ideal dalam merekontruksi tata kelola perkawinan poligami agar tidak dianggap tabu dan risih dimata keluarga dan lingkungan adalah Menambahkan persetujuan anak dan menambahkan norma hukum baru pada berupa 1 huruf dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yaitu huruf d. yang berbunyi “bahwa jaminan suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak dituangkan dalam perjanjian perkawinan yang dilakukan sebelum melangsungkan perkawinan poligami.
Regulasi poligami yang diatur dalam undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan masih belum mencerminkan nilai-nilai keadilan islam karena terdapat beberapa pasal dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 yang berkaitan dengan poligami khusunya syarat untuk mendapatkan persetujuan Isteri kurang relevan dengan perkembangan zaman.Pasal-Pasal hanya mempersulit poligami bagi laki-laki karena dalam Islam tidak diperlukan izin dari Isteri sebelumnya untuk melakukan poligami, namun Islam mewajibkan suami harus berlaku adil kepada anak dan isteri jika akan melakukan pologami, keadilan lah yang seharusnya di tekankan kepada suami ketika hendak melakukan poligami, bukan syarat administartif semata.Kelemahan-kelemahan regulasi poligami yang diatur dalam undang undang no.1 tahun 1974 tentang perkawinan saat ini adalah aturan poligami hanya mencakup keadilan materiil saja, poligami berdasarkan nilai-nilai keadilan Islam belum tertuang dalam regulasi Poligami baik dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan beserta aturanya belum bisa dituangkan secara jelas dalam aturan dan syarat-syarat poligami, sudah seharusnya dalam memberikan izin poligami majelis hakim juga berpetunjuk pada Riwayat historis secara garis besar nabi Muhammad Saw dalam melakukan poligami dengan niat mulia dan bersadarkan keadilan dalam Islam.Konsep ideal dalam merekontruksi persyaratan perkawinan poligami yang berbasis keadilan Islam adalah Menambahkan persetujuan anak sebagai bagian dari persyaratan izin poligami dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a yang merupakan upaya kreatif dalam rangka mengembalikan poligami sebagai problem solver atas permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Jadi pemikiran pembaruan hukum untuk melibatkan anak dalam pengambilan keputusan poligami tidak hanya didasarkan pada equality (kesetaraan) hak tetapi lebih dari itu.Agar praktik poligami benar-benar dapat dijadikan sebagi pemecah masalah sebagaimana yang dikehendaki Islam, kedua merekonstruksi dan menambahkan norma hukum baru pada berupa 1 huruf dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yaitu huruf d.yang berbunyi “bahwa jaminan suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak dituangkan dalam perjanjian perkawinan yang dilakukan sebelum melangsungkan perkawinan poligami.
Untuk lebih memahami dinamika poligami dalam masyarakat, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi kualitatif yang menyelidiki pengalaman dan perspektif individu-individu yang terlibat dalam praktik poligami, termasuk istri-istri, anak-anak, dan suami. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana poligami mempengaruhi hubungan interpersonal, dinamika keluarga, dan kesejahteraan emosional para pihak yang terlibat. Selain itu, penelitian dapat menganalisis faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang mendorong atau menghambat praktik poligami di masyarakat, serta dampak jangka panjangnya terhadap stabilitas keluarga dan masyarakat.. . Dalam rangka meningkatkan perlindungan hukum bagi istri dan anak-anak dalam pernikahan poligami, penelitian dapat mengusulkan revisi regulasi yang lebih komprehensif. Revisi ini dapat mencakup penguatan persyaratan persetujuan istri dan anak-anak, serta penegakan hak-hak mereka dalam hal pembagian harta, nafkah, dan hak asuh. Penelitian dapat mengusulkan mekanisme pengawasan dan penegakan hukum yang lebih efektif untuk memastikan bahwa hak-hak istri dan anak-anak dipenuhi dan dilindungi secara adil.. . Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi alternatif-alternatif solusi selain poligami untuk mengatasi masalah perselingkuhan dan prostitusi. Studi ini dapat menganalisis efektivitas dan dampak dari program-program pendidikan seksual, konseling pernikahan, dan intervensi sosial lainnya dalam mencegah perselingkuhan dan mempromosikan hubungan monogami yang sehat. Dengan memahami faktor-faktor yang mendorong perselingkuhan dan prostitusi, penelitian dapat mengusulkan strategi-strategi intervensi yang lebih holistik dan berkelanjutan.
| File size | 341.06 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Penerapan teori-teori tersebut berdampak besar terhadap pembentukan hukum positif di Indonesia, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,Penerapan teori-teori tersebut berdampak besar terhadap pembentukan hukum positif di Indonesia, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,
SERAMBISERAMBI Namun, masih ada tantangan yang tersisa, termasuk penyebaran yang tidak merata, kesiapan guru yang bervariasi, dan jaringan kolaborasi yang terbatas, terutamaNamun, masih ada tantangan yang tersisa, termasuk penyebaran yang tidak merata, kesiapan guru yang bervariasi, dan jaringan kolaborasi yang terbatas, terutama
AFEKSIAFEKSI Berdasarkan validasi kepada ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, media pembelajaran prefordigo layak digunakan dalam proses pembelajaran tanpa adaBerdasarkan validasi kepada ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, media pembelajaran prefordigo layak digunakan dalam proses pembelajaran tanpa ada
DINASTIREVDINASTIREV Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan mengatur penyelenggaraan penyuluhan secara sistematis danUndang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan mengatur penyelenggaraan penyuluhan secara sistematis dan
DINASTIREVDINASTIREV Putusan-putusan yang menunjukkan hal ini termasuk Putusan No. Pelibatan Mahkamah Konstitusi dalam perubahan formal UUD tidak relevan karena MK sudah memilikiPutusan-putusan yang menunjukkan hal ini termasuk Putusan No. Pelibatan Mahkamah Konstitusi dalam perubahan formal UUD tidak relevan karena MK sudah memiliki
DINASTIREVDINASTIREV Konsekuensinya perseroan terbatas tersebut sebagai badan hukum ialah legalitas dokumen dan identitas pendiri harus dapat dipertanggungjawabkan. Peran notarisKonsekuensinya perseroan terbatas tersebut sebagai badan hukum ialah legalitas dokumen dan identitas pendiri harus dapat dipertanggungjawabkan. Peran notaris
DINASTIREVDINASTIREV Beneficial ownership merupakan konsep dalam mengetahui siapa penerima manfaat terhadap suatu korporasi. Hal tersebut menjadi bentuk pencegahan terhapaBeneficial ownership merupakan konsep dalam mengetahui siapa penerima manfaat terhadap suatu korporasi. Hal tersebut menjadi bentuk pencegahan terhapa
DINASTIREVDINASTIREV Intervensi ini, meski bertujuan membantu, dapat menyebabkan konflik dalam rumah tangga anak, seperti ketergantungan pada orang tua dan terganggunya pelaksanaanIntervensi ini, meski bertujuan membantu, dapat menyebabkan konflik dalam rumah tangga anak, seperti ketergantungan pada orang tua dan terganggunya pelaksanaan
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Praktik nikah sirri memberikan dampak negatif signifikan bagi perempuan dan anak, termasuk ketidakpastian hukum, kerentanan, beban psikologis, serta kesulitanPraktik nikah sirri memberikan dampak negatif signifikan bagi perempuan dan anak, termasuk ketidakpastian hukum, kerentanan, beban psikologis, serta kesulitan
DAARULHUDADAARULHUDA Kombinasi intensitas emosional siaran dengan sifat impersonal kurasi otomatis dapat menyebabkan hilangnya konteks dan polarisasi wacana publik. PenelitianKombinasi intensitas emosional siaran dengan sifat impersonal kurasi otomatis dapat menyebabkan hilangnya konteks dan polarisasi wacana publik. Penelitian
DINASTIREVDINASTIREV Dengan menjalankan kewajiban hukum dan etika, notaris secara signifikan berkontribusi pada terciptanya sistem hukum pertanahan yang transparan, adil, danDengan menjalankan kewajiban hukum dan etika, notaris secara signifikan berkontribusi pada terciptanya sistem hukum pertanahan yang transparan, adil, dan
DINASTIREVDINASTIREV 60/PUU-XXII/2024 menurunkan jumlah syarat pencalonan untuk level propinsi dan kabupaten yakni maksimal 10 % dan minimal 6,5 % suara partai tergantung jumlah60/PUU-XXII/2024 menurunkan jumlah syarat pencalonan untuk level propinsi dan kabupaten yakni maksimal 10 % dan minimal 6,5 % suara partai tergantung jumlah