UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Peran topeng selalu dikaitkan dengan kehidupan sosial budaya suatu masyarakat. Seni topeng merupakan salah satu jenis kesenian rakyat. Semua orang bisa menari seni topeng sebagai bentuk untuk melestarikan dan mempertahankan seni warisan nenek moyang mereka. Dasar dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna simbol tari topeng Cirebon. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif sebagai upaya untuk mendeskripsikan dan menganalisis suatu fenomena. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tari Topeng Cirebon yang merupakan simbol dari perwujudan (representasi) masyarakat pendukungnya, yang ditampilkan dalam seni pertunjukan tidak sekedar hiburan tetapi memiliki makna, estetika, daya visual, dan dinamika gerak dalam musik.

Tari topeng atau kesenian menjadi budaya lokal di daerah cirebon.Kesenian topeng ini merupakan jenis kesenian rakyat, jadi semua kalangan bisa menarikan kesenian topeng sebagai wujud untuk melestarikan dan mempertahankan warisan kesenian dari nenek moyang.Dalam kesenian tari topeng, penari Topeng dikenal dengan sebutan Dalang Topeng, Dalang Topeng adalah lazim digunakan untuk menunjuk Penari Topeng dan joged adalah kata yang artinya sama dengan kata Dalang mempunyai makna untuk menunjuk status kegiatan seseorang yang berkaitan dengan keterampilan memainkan suatu kesenian.Makna dari ritual dalam tari topeng yaitu untuk memperoleh keselamatan ketika menari supaya tidak mendapatkan gangguan-gangguan negatif selama di panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari.Selain itu untuk memperoleh perlindungan ketentraman hidup, kebahagaiaan, dan kesehatan dari Allah SWT supaya tidak ada halangan untuk tetap menari.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai filosofis dalam Tari Topeng Cirebon dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter, khususnya bagi generasi muda. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi dan meningkatkan pemahaman tentang identitas budaya Cirebon. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis perbandingan antara berbagai gaya Tari Topeng Cirebon (Slangit, Gegesik, Palimanan, Losari) untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam ritual, kostum, dan gerakan tari. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keragaman budaya Cirebon. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana Tari Topeng Cirebon dapat dimanfaatkan sebagai media pelestarian lingkungan, dengan mengintegrasikan pesan-pesan ekologis ke dalam cerita dan gerakan tari. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

Read online
File size86.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test