MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE

Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural Heritage

Artikel ini menyelidiki peran seni Janengan dalam mereproduksi identitas etnis Jawa di antara komunitas migran Jawa di Desa Kebumen, Lampung. Dalam konteks sosial multi-etnis dan ruang migrasi, Janengan dipahami bukan hanya sebagai ekspresi keagamaan Islam-Jawa, tetapi juga sebagai praktik budaya yang secara aktif mempertahankan kontinuitas etnis. Penelitian ini membahas bagaimana Janengan berfungsi sebagai media untuk mempertahankan dan menawar ulang identitas dalam konteks yang ditandai oleh interaksi budaya dan mobilitas sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif yang berakar pada etnografi budaya dan sejarah lisan, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan tinjauan literatur. Temuan mengungkapkan bahwa Janengan mereproduksi identitas etnis melalui penggunaan konsisten bahasa Jawa, pola penampilan kolektif, transmisi antar generasi nilai religio-budaya, dan reinterpretasi elemen simbolis seperti sajen. Pada saat yang sama, ia berfungsi sebagai ruang untuk solidaritas sosial dan negosiasi adaptif identitas Islam-Jawa dalam lingkungan multi-etnis. Artikel ini berpendapat bahwa Janengan beroperasi sebagai strategi budaya melalui mana migran Jawa mempertahankan dan merekonstruksi identitas etnis mereka dalam pengaturan migrasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Janengan di Desa Kebumen, Lampung, tidak dapat dipahami hanya sebagai tradisi keagamaan atau ekspresi estetika.Sebaliknya, itu merupakan praktik budaya yang secara aktif mereproduksi identitas etnis Jawa dalam konteks migrasi.Dalam masyarakat multi-etnis, Janengan berfungsi sebagai media budaya melalui mana komunitas Jawa dapat mempertahankan, menegaskan, dan menawar ulang identitas etnis dan agama mereka dengan cara yang adaptif dan non-konfrontatif.Penggunaan bahasa Jawa, struktur penampilan kolektif, dan nilai-nilai keagamaan dan moral yang tertanam dalam bait-baitnya berfungsi sebagai mekanisme reproduksi simbolis yang memperkuat solidaritas internal dan kohesi sosial dalam komunitas migran.Reinterpretasi simbol-simbol budaya seperti sajen lebih lanjut menggambarkan fleksibilitas tradisi Islam-Jawa sebagai bentuk kontekstual yang tetap responsif terhadap dinamika sosial yang berkembang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang melibatkan komunitas migran Jawa di berbagai wilayah, agar dapat memahami pola adaptasi dan transformasi yang terkait dengan seni Janengan secara lebih luas. Selain itu, pendekatan interdisipliner yang menggabungkan analisis ekonomi budaya dan perspektif media digital dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika seni tradisional dalam konteks modernitas. Penelitian ini membuka jalan penting untuk refleksi akademik tentang peran seni lokal sebagai arena produksi, reproduksi, dan negosiasi identitas dalam masyarakat multi-etnis Indonesia.

  1. Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Janengan serta Relevansinya dengan Karakter Nabi Muhammad... ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/intelektual/article/view/2377Nilai Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Janengan serta Relevansinya dengan Karakter Nabi Muhammad ejournal uit lirboyo ac index php intelektual article view 2377
  2. Reproduksi Kuasa: Studi Kasus Politik Etnis Tionghoa dalam Kontestasi Pemilihan Legislatif Kota Makassar... doi.org/10.47650/jglp.v4i1.396Reproduksi Kuasa Studi Kasus Politik Etnis Tionghoa dalam Kontestasi Pemilihan Legislatif Kota Makassar doi 10 47650 jglp v4i1 396
  3. Peranan Seni Tradisi dan Seni Modern dalam Membangun Tamadun Khalayak Nusantara | Syntax Literate ; Jurnal... doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i2.11438Peranan Seni Tradisi dan Seni Modern dalam Membangun Tamadun Khalayak Nusantara Syntax Literate Jurnal doi 10 36418 syntax literate v8i2 11438
Read online
File size298.93 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test