ITSITS

IPTEK The Journal for Technology and ScienceIPTEK The Journal for Technology and Science

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang banyak ditemukan di Indonesia memiliki kandungan glukomannan (GM) yang tinggi dibandingkan dengan umbi lainnya. Glukomannan adalah polisakarida serat larut air dengan ikatan β-1,4 yang terdiri dari D-glukosa dan D-mannosa. Namun, kandungan kalsium oksalat (CaC2O4) dalam Porang menjadi masalah dan harus diminimalkan saat dikonsumsi. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kandungan GM dalam umbi Porang mentah yang disumbangkan oleh PT ABS, Bogor. Awalnya, bahan mentah dipotong kasar dan direndam dalam larutan NaCl (10% atau 15% -w), dicuci dengan air hangat (sekitar 40 °C), dan dikeringkan secara alami untuk menghasilkan Tepung Konjac Mentah (CKF). Selanjutnya, purifikasi CKF akan menghasilkan Glukomannan Konjac (KGM) dengan kandungan glukomannan yang lebih tinggi. Etanol (EtOH) digunakan sebagai antisolven dalam langkah purifikasi. Produk akhir KGM dianalisis mengenai kandungan GM, kalsium oksida, kelembaban, dan abu. Larutan NaCl 15%-w diikuti dengan pencucian air hangat dapat mengurangi kandungan kalsium oksalat sebesar 59%. Sementara itu, purifikasi lanjutan menggunakan 50% EtOH meningkatkan kandungan GM sebesar 627,85% dari nilai awal dalam umbi Porang. Sehingga, kombinasi perlakuan larutan NaCl-pencucian air hangat dan purifikasi EtOH secara maksimal menghilangkan kalsium oksida dan meningkatkan kandungan GM dalam KGM.

Kombinasi perlakuan menggunakan 15% NaCl-pencucian air hangat diikuti dengan multistep purifikasi menggunakan 50% Etanol memberikan hasil terbaik, yang memenuhi kedua standar persyaratan SNI 7939.Hasilnya adalah 87,10±0,39% GM, 17,54±3,05 mg kalsium oksalat/100 g, 9,09±0,34% kelembaban, dan 2,10±0,54 abu.Kombinasi perlakuan fisik dan kimia diperlukan untuk mencapai sifat fisik-kimia KGM sesuai dengan standar SNI 7939.

Untuk meningkatkan nilai tambah umbi Porang, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan proses pengolahan lebih lanjut yang dapat meningkatkan kandungan glukomannan dan mengurangi kandungan kalsium oksalat secara efektif. Selain itu, studi komparatif antara berbagai metode purifikasi, seperti mekanis, kimia, dan kombinasi, dapat dilakukan untuk menentukan metode yang paling optimal dalam meningkatkan kandungan glukomannan dan mengurangi kalsium oksalat dalam umbi Porang. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi penggunaan Porang sebagai sumber makanan bernilai gizi tinggi, dengan mempertimbangkan manfaat kesehatan dari glukomannan dan potensi pasar produk olahan Porang.

  1. Physicochemical Characterization of Konjac Glucomannan | Biomacromolecules. konjac glucomannan recently... pubs.acs.org/doi/10.1021/bm0492226Physicochemical Characterization of Konjac Glucomannan Biomacromolecules konjac glucomannan recently pubs acs doi 10 1021 bm0492226
  2. Book Review: Chemistry of Tropical Root Crops: Significance for Nutrition and Agriculture in the Pacific,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/156482658901100202Book Review Chemistry of Tropical Root Crops Significance for Nutrition and Agriculture in the Pacific journals sagepub doi 10 1177 156482658901100202
Read online
File size278.23 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test