POLMAN BANDUNGPOLMAN BANDUNG
JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)Kendala utama yang dihadapi pada proses pengolahan umbi porang adalah keseragaman ketebalan chips porang dan kandungan kalsium oksalat yang tinggi. Umbi porang melalui tiga tahapan untuk dapat menjadi chips porang: pencucian, perajangan, dan perebusan. Rancangan mesin pada penelitian ini merupakan kombinasi dari mesin pencuci, perajang, dan perebus. Cara kerja dari mesin ini adalah memasukkan umbi porang pada hopper, lalu porang mengalami proses pencucian dengan bantuan sikat pencuci yang berputar dengan gerakan translasi dari screw conveyor. Setelah itu umbi porang masuk ke ruang perajangan dengan output berbentuk chips. Selanjutnya chips tersebut direbus dengan larutan NaCl untuk mereduksi kandungan kalsium oksalat pada umbi porang. Penelitian ini menggunakan metodologi perancangan VDI 2222 meliputi merencana, mengonsep, merancang, dan penyelesaian. Proses perancangan dan validasi komponen kritis dilakukan menggunakan Software CAE (Computer Aided Engineering). Setelah melalui proses perancangan dihasilkan rancangan mesin dengan kapasitas produksi 500 kg/jam.
Penelitian ini telah menghasilkan rancangan mesin pembuat chips dan pereduksi kandungan kalsium oksalat pada umbi porang berdaya 7,5 kW.Mesin yang dirancang memiliki tiga fungsi utama.fungsi pencucian menggunakan sikat dan screw conveyor, fungsi perajang menggunakan sistem pisau sentrifugal, dan fungsi perebusan menggunakan metode perebusan dengan larutan NaCl.Mesin pembuat chips yang dirancang memiliki kapasitas sebesar 1074 ton.Jumlah ini mampu memenuhi 13% dari jumlah kebutuhan ekspor umbi porang.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan mesin pembuat chips porang dengan kapasitas produksi yang lebih tinggi, misalnya dengan meningkatkan efisiensi proses pencucian dan perajangan. 2. Meneliti dan mengoptimalkan metode perebusan untuk mengurangi kandungan kalsium oksalat secara efektif, sambil menjaga kualitas dan rasa chips porang. 3. Menganalisis dan meningkatkan kinerja mesin secara keseluruhan, termasuk aspek keamanan, kemudahan perawatan, dan biaya operasional, untuk meningkatkan produktivitas pasca panen dan nilai ekonomi umbi porang.
| File size | 860.38 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Dengan menyajikan fakta-fakta atau kenyataan yang terjadi dilapangan yang diamati melalui observasi, catatan lapangan dan penyebaran angket kepada mahasiswaDengan menyajikan fakta-fakta atau kenyataan yang terjadi dilapangan yang diamati melalui observasi, catatan lapangan dan penyebaran angket kepada mahasiswa
LAAROIBALAAROIBA Meningkatnya konsumsi hidangan Chinese dalam beberapa tahun terakhir terjadi di dunia dan terjadi juga di Indonesia. Dengan meningkatnya minat pembelianMeningkatnya konsumsi hidangan Chinese dalam beberapa tahun terakhir terjadi di dunia dan terjadi juga di Indonesia. Dengan meningkatnya minat pembelian
LAAROIBALAAROIBA Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan melalui purposive dan snowball sampling. Teori yangPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan melalui purposive dan snowball sampling. Teori yang
LAAROIBALAAROIBA Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh (total sampling) yang menghasilkan 190 data observasi dariMetode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh (total sampling) yang menghasilkan 190 data observasi dari
LAAROIBALAAROIBA (2) untuk mengetahui strategi pengembangan wisata kuliner dalam mendukung wisata bahari dari pihak pengelola di Pantai Mampie Polewali Mandar Sulawesi(2) untuk mengetahui strategi pengembangan wisata kuliner dalam mendukung wisata bahari dari pihak pengelola di Pantai Mampie Polewali Mandar Sulawesi
LAAROIBALAAROIBA Riset ini memanfaatkan sumber data primer dan sekunder. Menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan narasumber. Dinas Pemberdayaan PerlindunganRiset ini memanfaatkan sumber data primer dan sekunder. Menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan narasumber. Dinas Pemberdayaan Perlindungan
LAAROIBALAAROIBA Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat disabilitas pada organisasi PPDI cabang kota Tebing Tinggi yang berjumlah 266 orang sehingga jumlah sampelPopulasi dalam penelitian ini adalah masyarakat disabilitas pada organisasi PPDI cabang kota Tebing Tinggi yang berjumlah 266 orang sehingga jumlah sampel
LAAROIBALAAROIBA This data can also be called primary data. The data collected from the questionnaire method was analyzed using the smart PLS 4. 0 analysis tool. The researchThis data can also be called primary data. The data collected from the questionnaire method was analyzed using the smart PLS 4. 0 analysis tool. The research
Useful /
LAAROIBALAAROIBA Penelitian ini menguji pengaruh promosi, pengetahuan, dan persepsi terhadap minat masyarakat dalam menggunakan produk pembiayaan Qardhul Hasan di BMT Sampang.Penelitian ini menguji pengaruh promosi, pengetahuan, dan persepsi terhadap minat masyarakat dalam menggunakan produk pembiayaan Qardhul Hasan di BMT Sampang.
POLMAN BANDUNGPOLMAN BANDUNG Tahap pengelompokan fitur menghasilkan empat arah pemesinan. Set-up optimal dicapai dengan dua set-up untuk rahang tetap dan satu set-up untuk rahang gerakTahap pengelompokan fitur menghasilkan empat arah pemesinan. Set-up optimal dicapai dengan dua set-up untuk rahang tetap dan satu set-up untuk rahang gerak
UTBUTB Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah dariMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah dari
UTBUTB Bentuk perhatian pemerintah Indonesia, pemerintah membentuk suatu Lembaga yaitu Badan Narkotika Nasional yang memiliki dasar hukum yaitu UU No. 39 TahunBentuk perhatian pemerintah Indonesia, pemerintah membentuk suatu Lembaga yaitu Badan Narkotika Nasional yang memiliki dasar hukum yaitu UU No. 39 Tahun