POLMAN BANDUNGPOLMAN BANDUNG

JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)

Proses pembuatan Ragum-125 Polman, khususnya proses pemesinan rahang tetap dan gerak, masih menggunakan banyak mesin konvensional. Proses tersebut membutuhkan empat belas set-up dan banyak tahapan perpindahan antar mesin yang berbeda, sehingga rentan terjadi kesalahan. Mesin perkakas CNC memiliki kemampuan mengerjakan banyak operasi dalam satu kali set-up. Namun, untuk memanfaatkan keunggulan mesin CNC diperlukan perencanaan set-up yang baik agar proses berjalan sesuai spesifikasi. Penelitian ini membahas perencanaan set-up dan pemilihan mesin perkakas untuk proses pemesinan fitur rahang tetap dan gerak Ragum-125 Polman Bandung yang terdiri atas empat tahap: pengelompokan fitur berdasarkan arah pendekatan alat potong (tool approach direction), pemilihan datum set-up, formasi set-up dan penentuan mesin perkakas, serta pengurutan operasi pemesinan dan pengurutan set-up. Dalam penelitian ini dihasilkan 19 aturan yang menghasilkan 2 set-up untuk rahang tetap dan 1 set-up untuk rahang gerak menggunakan mesin CNC horizontal Mitsubishi H4Bn.

Perencanaan set-up proses pemesinan rahang tetap dan gerak Ragum-125 dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu pengelompokan fitur berdasarkan arah pendekatan alat potong (TAD), penentuan datum set-up, formasi set-up dan pemilihan mesin perkakas, serta pengurutan operasi dan set-up.Tahap pengelompokan fitur menghasilkan empat arah pemesinan.Set-up optimal dicapai dengan dua set-up untuk rahang tetap dan satu set-up untuk rahang gerak menggunakan mesin CNC Mitsubishi H4Bn dan mesin gurdi konvensional Lodiflex Caser F40 C5.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi material bahan baku terhadap strategi perencanaan set-up dan jumlah set-up optimal pada proses pemesinan rahang ragum, karena karakteristik mekanis material dapat memengaruhi pemilihan urutan operasi dan kestabilan pencekaman. Kedua, perlu dikembangkan model simulasi digital berbasis CAM untuk mengevaluasi dan memvalidasi urutan set-up yang telah direncanakan, sehingga dapat dianalisis potensi tabrakan alat potong, defleksi pahat, dan efisiensi waktu tanpa risiko terhadap peralatan fisik. Ketiga, penting untuk mengevaluasi penerapan sistem pencekaman modular secara menyeluruh dalam satu set-up penuh untuk rahang tetap, mengingat saat ini masih membutuhkan mesin konvensional tambahan, sehingga penelitian dapat mengusulkan rancangan fixture yang memungkinkan semua operasi dilakukan pada mesin CNC, mengurangi kebutuhan perpindahan benda kerja dan meningkatkan akurasi dimensi.

  1. JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur). machining processes set planning ragum politeknik manufaktur... DOI.ORG/10.48182/JTRM.V6I2.171JTRM Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur machining processes set planning ragum politeknik manufaktur DOI ORG 10 48182 JTRM V6I2 171
Read online
File size720.66 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test