UTBUTB

Jurnal Progress Administrasi PublikJurnal Progress Administrasi Publik

Berdasarkan Pasal 117 ayat (1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ditentukan bahwa Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat. Untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan kesesuaian antara tuntutan tugas dalam jabatan dengan pegawai yang akan menduduki jabatan tersebut, perlu dilakukan analisis jabatan. Hasil analisis jabatan yang berupa informasi jabatan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kelembagaan, ketatalaksanaan, dan kepegawaian. Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian efektivitas Analisis Jabatan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah dari berbagai indikator yang digunakan untuk mengukur yaitu pencapaian tujuan, akuisisi sumber daya, proses internal dan kepuasan konstituensi strategis. Dari poin-poin pencapaian tersebut maka peneliti menyimpulkan bahwa Analisis Jabatan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung sudah efektif dan menjadikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah serta suasana kerja internal dilakukan dengan baik. Faktor pendukung dalam pelaksanaan analisis jabatan ini yaitu dasar hukum yang jelas kemudian faktor penghambat dalam analisis jabatan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung ini terdapatnya perbedaan idiologi antara karyawan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Analisis Jabatan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) SAPTAWA Provinsi Lampung sudah efektif, ditunjukkan dari pencapaian tujuan, akuisisi sumber daya, proses internal, dan kepuasan konstituensi strategis.Pelaksanaan analisis jabatan didukung oleh dasar hukum yang jelas, namun terhambat oleh perbedaan ideologi dan anggapan sebagian karyawan yang kurang menghargai pentingnya analisis jabatan.Dengan demikian, Koperasi perlu terus meningkatkan efektivitas analisis jabatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan suasana kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak spesifik dari perbedaan ideologi karyawan terhadap efektivitas analisis jabatan, serta mencari solusi untuk mengatasi hambatan tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model analisis jabatan yang lebih adaptif dan relevan dengan karakteristik KPRI, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan eksternal koperasi. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara analisis jabatan dengan peningkatan kinerja karyawan dan kepuasan anggota koperasi, untuk mengukur kontribusi langsung analisis jabatan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang optimalisasi analisis jabatan dalam konteks KPRI, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan daya saing koperasi di masa depan.

Read online
File size173.84 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test