4141
Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi ManajemenJurnal Bisnis Dan Kajian Strategi ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kultur organisasi, Need for Power, dan kepemimpinan partisipatif terhadap Organizational-Based Self-Esteem (OBSE) pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Aceh Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei dan teknik analisis regresi berganda hierarkis. Data dikumpulkan dari 182 responden melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap OBSE, dengan kultur organisasi menjadi faktor yang paling dominan. Temuan ini menekankan pentingnya penciptaan lingkungan kerja yang mendukung, gaya kepemimpinan yang partisipatif, serta pemahaman terhadap dorongan motivasi individu dalam membentuk persepsi diri pegawai terhadap nilai dan keberartian mereka di dalam organisasi.
Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa Organizational-Based Self-Esteem (OBSE) dipengaruhi oleh interaksi antara budaya organisasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kepemimpinan partisipatif.Budaya organisasi terbukti menjadi prediktor terkuat, menunjukkan pentingnya nilai-nilai kolektif dan norma kerja dalam membentuk harga diri karyawan.Implikasinya, organisasi perlu berinvestasi dalam memperkuat budaya positif dan gaya kepemimpinan partisipatif untuk meningkatkan OBSE dan kinerja karyawan.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan menggunakan desain longitudinal untuk memahami dinamika OBSE dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat yang lebih jelas. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti psychological empowerment atau organizational justice, serta moderator seperti gender atau budaya, untuk memperkaya pemahaman tentang bagaimana OBSE terbentuk dan dipengaruhi. Terakhir, penelitian komparatif lintas budaya dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana faktor-faktor kontekstual dan sosial memengaruhi OBSE dalam berbagai lingkungan kerja, sehingga organisasi dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kinerja karyawan.
| File size | 268.63 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Dengan demikian dari pemaparan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 maupun berlakunya PP Nomor 49Dengan demikian dari pemaparan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 maupun berlakunya PP Nomor 49
JURNALHUKUMDANPERADILANJURNALHUKUMDANPERADILAN Di Indonesia, pengembangan hukum keluarga Islam telah bergantung pada pemerintah dan legislatif, seperti tercermin dalam pengesahan Undang-Undang PerkawinanDi Indonesia, pengembangan hukum keluarga Islam telah bergantung pada pemerintah dan legislatif, seperti tercermin dalam pengesahan Undang-Undang Perkawinan
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Pemerintah daerah memainkan peran penting dalam penyediaan layanan publik, termasuk melalui aparatur daerah seperti Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPemerintah daerah memainkan peran penting dalam penyediaan layanan publik, termasuk melalui aparatur daerah seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Selain itu, ditemukan bahwa kepuasan kerja tidak dapat memediasi pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan, tetapi dapat memediasi pengaruh pengembanganSelain itu, ditemukan bahwa kepuasan kerja tidak dapat memediasi pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan, tetapi dapat memediasi pengaruh pengembangan
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penetapan batas usia memiliki landasan hukum yang kuat dan rasionalitas administratif untuk efisiensi dan produktivitas,Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penetapan batas usia memiliki landasan hukum yang kuat dan rasionalitas administratif untuk efisiensi dan produktivitas,
UNIMAUNIMA Kasus korupsi dalam pengelolaan keuangan sektor publik masih sering terjadi di pemerintah daerah, termasuk di Kota Mataram dan menjadi permasalahan seriusKasus korupsi dalam pengelolaan keuangan sektor publik masih sering terjadi di pemerintah daerah, termasuk di Kota Mataram dan menjadi permasalahan serius
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Metode penarikan sampel mengunakan metode purpose sampling. Pengujian hipotesis dihitung dengan program SmartPLS ver 3. Hasil Penelitian ini adalah TerdapatMetode penarikan sampel mengunakan metode purpose sampling. Pengujian hipotesis dihitung dengan program SmartPLS ver 3. Hasil Penelitian ini adalah Terdapat
UNTAG SMDUNTAG SMD Variabel promosi merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pengembangan karir pegawai. Penelitian ini memberikan masukan kepada pihakVariabel promosi merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pengembangan karir pegawai. Penelitian ini memberikan masukan kepada pihak
Useful /
UNSURUNSUR Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tiga metafungsi visual: representational meaning, interactional meaning,Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tiga metafungsi visual: representational meaning, interactional meaning,
UNUBLITARUNUBLITAR Pola sebarannya cenderung terkonsentrasi pada wilayah pusat kota dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaanPola sebarannya cenderung terkonsentrasi pada wilayah pusat kota dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan dan praktik perlindungan anak di tingkat daerah maupun nasional. Perlindungan hukumTemuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan dan praktik perlindungan anak di tingkat daerah maupun nasional. Perlindungan hukum
UMPRUMPR 000 kg/ha dan P3 = 1. 250 kg/ha. Faktor II: Perlakuan pemberian Urea (N) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: N0 = 0 gram/liter, N1 = 1 gram/liter, N2 = 2000 kg/ha dan P3 = 1. 250 kg/ha. Faktor II: Perlakuan pemberian Urea (N) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: N0 = 0 gram/liter, N1 = 1 gram/liter, N2 = 2