SAINTISPUBSAINTISPUB

Electronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyElectronic Journal of Education, Social Economics and Technology

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Work-Life Balance dan Organizational Culture terhadap Job Satisfaction pada Pegawai Negeri Sipil di UPT Puskesmas Pal 3 Kota Pontianak. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif, penelitian ini menggunakan sampel jenuh, melibatkan seluruh populasi sebanyak 36 pegawai sebagai responden. Hasil uji F menunjukkan bahwa Work-Life Balance dan Organizational Culture secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Job Satisfaction. Selain itu, hasil uji t menunjukkan bahwa kedua variabel juga memiliki pengaruh positif dan signifikan secara individual, dengan Work-Life Balance menunjukkan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan Organizational Culture. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472 menunjukkan bahwa 47,2% variasi Job Satisfaction dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut, sedangkan sisanya 52,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi, serta menciptakan budaya organisasi yang konstruktif sebagai strategi kunci untuk meningkatkan kepuasan kerja pegawai, khususnya di sektor publik.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Work-Life Balance dan Organizational Culture memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Job Satisfaction Pegawai Negeri Sipil di UPT Puskesmas Pal 3 Kota Pontianak, baik secara parsial maupun simultan.Work-Life Balance terbukti menjadi faktor dominan yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepuasan kerja, di mana pegawai yang mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi cenderung mengalami kepuasan kerja yang lebih tinggi.Sementara itu, budaya organisasi yang suportif, inklusif, dan kolaboratif juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga meningkatkan motivasi dan loyalitas pegawai.Kedua variabel ini menjelaskan 47,2% variasi Job Satisfaction, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar lingkup penelitian ini.Temuan ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan kerja di sektor pelayanan publik, organisasi harus mempertimbangkan serius strategi yang mendukung keseimbangan kerja-kehidupan dan memperkuat budaya organisasi yang sehat dan berpusat pada pegawai.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan penelitian dengan memasukkan variabel tambahan seperti gaya kepemimpinan, beban kerja, dan iklim organisasi untuk memahami secara holistik determinan kepuasan kerja.. 2. Menerapkan pendekatan campuran (mixed-method) dan memperluas sampel ke institusi atau wilayah geografis yang lebih luas untuk memperoleh wawasan yang lebih dalam dan meningkatkan generalisasi hasil penelitian.. 3. Melakukan studi komparatif antara sektor publik dan swasta untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam hal pengaruh Work-Life Balance dan Organizational Culture terhadap kepuasan kerja, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepuasan kerja di kedua sektor tersebut.

  1. The Influence of Work-Life Balance and Organizational Culture on Job Satisfaction of Civil Servants at... ejeset.saintispub.com/ejeset/article/view/779The Influence of Work Life Balance and Organizational Culture on Job Satisfaction of Civil Servants at ejeset saintispub ejeset article view 779
Read online
File size497.05 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test