UNISLAUNISLA
E-LINK JOURNALE-LINK JOURNALPenelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi siswa tentang potensi dan manfaat penggunaan metode Extending Concept Through Language Activities (ECOLA) sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 19 siswa kelas X SMK Islam Gondanglegi. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan wawancara; hasil menunjukkan bahwa metode ECOLA secara umum diterima positif, dengan 65% responden menyatakan peningkatan kemampuan membaca dan 80% merasakan pemahaman materi bacaan yang lebih baik. Selain itu, wawancara mengungkapkan rasa apresiasi, kepuasan, serta motivasi tinggi terhadap pendekatan interaktif ECOLA yang meliputi diskusi kelompok dan kegiatan menulis kreatif.
Penelitian menunjukkan bahwa metode ECOLA mendapat penerimaan yang umumnya positif di kalangan siswa kelas X akuntansi, terbukti dari motivasi dan antusiasme tinggi yang tercermin dalam hasil kuesioner.Meskipun terdapat beberapa tanggapan netral atau negatif yang menyoroti perlunya pendekatan yang lebih nuance, manfaat praktis ECOLA—seperti diskusi interaktif dan strategi pembelajaran kolaboratif—dianggap lebih unggul dibandingkan kelemahan yang ada.Wawancara memperkuat temuan bahwa siswa menikmati dan merasa puas dengan ECOLA, menjadikannya strategi pengajaran yang dipilih dan efektif.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efek jangka panjang penerapan ECOLA terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa selama beberapa semester untuk menilai keberlanjutan manfaatnya. Selanjutnya, sebuah studi komparatif dapat membandingkan efektivitas ECOLA dengan metode interaktif lain, seperti Task‑Based Language Teaching, guna mengidentifikasi keunggulan dan keterbatasan masing‑masing pendekatan dalam konteks pembelajaran bahasa. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi adaptasi ECOLA pada mata pelajaran selain bahasa Inggris serta pada tingkat pendidikan menengah pertama, dengan memperhatikan perbedaan karakteristik siswa dan kebutuhan kurikulum, sehingga memberi gambaran yang lebih luas tentang potensi metodologi ini dalam meningkatkan pemahaman membaca secara umum.
| File size | 402.7 KB |
| Pages | 13 |
| Short Link | https://juris.id/p-Gb |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Komunikasi interpersonal yang efektif diperlukan agar berjalan dengan baik antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, penelitian perlu dilakukan untukKomunikasi interpersonal yang efektif diperlukan agar berjalan dengan baik antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, penelitian perlu dilakukan untuk
LAAROIBALAAROIBA Berdasarkan uji regresi diperoleh nilai signifikan sebesar (0,009) < a (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerjaBerdasarkan uji regresi diperoleh nilai signifikan sebesar (0,009) < a (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja
LAAROIBALAAROIBA Penelitian ini menghasilkan bahwa kelompok KKN-32 memberi peranan yang baik dan berpengaruh bagi masyarakat desa dan bagi lembaga pendidikan di Desa dalamPenelitian ini menghasilkan bahwa kelompok KKN-32 memberi peranan yang baik dan berpengaruh bagi masyarakat desa dan bagi lembaga pendidikan di Desa dalam
LAAROIBALAAROIBA Temuan ini menegaskan pentingnya komitmen afektif dan kemampuan mengelola sumber daya kerja dalam meningkatkan kreativitas dan kinerja pegawai. KomitmenTemuan ini menegaskan pentingnya komitmen afektif dan kemampuan mengelola sumber daya kerja dalam meningkatkan kreativitas dan kinerja pegawai. Komitmen
LAAROIBALAAROIBA Kompensasi berpengaruh signifikan positif terhadap Motivasi Kerja. Konflik Kerja berpengaruh signifikan positif terhadap Turnover Intention Karyawan. KonflikKompensasi berpengaruh signifikan positif terhadap Motivasi Kerja. Konflik Kerja berpengaruh signifikan positif terhadap Turnover Intention Karyawan. Konflik
LAAROIBALAAROIBA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel independen, yaitu kompetensi sosial dan kompetensi psikologi, memiliki pengaruh yang signifikan terhadapHasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel independen, yaitu kompetensi sosial dan kompetensi psikologi, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
UNMUNM Menggunakan partisipan aksi penelitian, penelitian ini melibatkan seorang guru bahasa Inggris di sekolah dasar dan 18 siswa kelas empat dalam intervensiMenggunakan partisipan aksi penelitian, penelitian ini melibatkan seorang guru bahasa Inggris di sekolah dasar dan 18 siswa kelas empat dalam intervensi
RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk siswa, diperlukan untuk membantu menyelamatkan keanekaragaman hayati. Skor respons siswa sebesar 79,73%oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk siswa, diperlukan untuk membantu menyelamatkan keanekaragaman hayati. Skor respons siswa sebesar 79,73%
Useful /
UBUB Coronary computed tomography angiography (CCTA) telah berkembang jauh melampaui perannya sebagai modalitas pencitraan anatomi. Saat ini, CCTA berfungsiCoronary computed tomography angiography (CCTA) telah berkembang jauh melampaui perannya sebagai modalitas pencitraan anatomi. Saat ini, CCTA berfungsi
UNISLAUNISLA Terdapat empat keterampilan dalam pembelajaran bahasa Inggris, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, yang harus dikuasai secara seimbang.Terdapat empat keterampilan dalam pembelajaran bahasa Inggris, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, yang harus dikuasai secara seimbang.
UBUB Hiperglikemia dan diabetes melitus banyak dijumpai pada pasien STEMI yang dirawat di rumah sakit. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) adalah penanda kontrolHiperglikemia dan diabetes melitus banyak dijumpai pada pasien STEMI yang dirawat di rumah sakit. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) adalah penanda kontrol
UBUB Hasil: Pada periode tindak lanjut enam bulan, rawat inap lebih tinggi pada kelompok tanpa PCI (9,2% vs. 12,1% vs. 34,8%; p = 0,009). Infark miokard berulangHasil: Pada periode tindak lanjut enam bulan, rawat inap lebih tinggi pada kelompok tanpa PCI (9,2% vs. 12,1% vs. 34,8%; p = 0,009). Infark miokard berulang