AMSIRAMSIR

Jurnal Litigasi AmsirJurnal Litigasi Amsir

This study discusses the legal implications of dividing joint property in divorce cases under Law Number 1 of 1974 on Marriage. The main issue arises when assets such as houses or vehicles must be divided equally between spouses, which often proves difficult in practice. Using the normative legal research method based on literature review, this study emphasizes the importance of mutual agreement between the husband and wife as mandated by Article 36 of the Marriage Law. Joint property is defined as assets acquired during marriage, regardless of whose name they are registered under. To ensure clear ownership boundaries, a prenuptial or marital agreement is considered an essential legal instrument to limit or exclude the existence of joint property. Such agreements allow each party to maintain separate ownership of their assets, thereby preventing disputes and facilitating a fair and transparent division if a divorce occurs.

Pembagian harta bersama akibat perceraian di Indonesia didasarkan pada prinsip keadilan dan kesetaraan sebagaimana diatur dalam Pasal 119 KUHPerdata serta Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam.Kedua sistem hukum tersebut menegaskan bahwa harta yang diperoleh selama perkawinan merupakan harta bersama yang pada dasarnya harus dibagi sama rata antara suami dan istri, kecuali jika telah dibuat perjanjian perkawinan yang menentukan lain.Namun dalam penerapan praktis, pembagian tidak semata-mata bersifat matematis, melainkan perlu mempertimbangkan kontribusi masing-masing pihak, baik materiil maupun non-materiil dalam membangun kehidupan rumah tangga dan memperoleh harta bersama.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas perjanjian pranikah dalam mencegah sengketa harta gono-gini, termasuk analisis terhadap praktik implementasi dan tantangan yang dihadapi dalam proses negosiasi dan penyusunan perjanjian tersebut. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada studi komparatif mengenai model pembagian harta gono-gini di berbagai negara dengan sistem hukum yang berbeda, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi dalam konteks hukum Indonesia. Ketiga, penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan para hakim, pengacara, dan mantan pasangan yang bercerai dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembagian harta gono-gini dan persepsi keadilan dari berbagai pihak yang terlibat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik hukum yang lebih adil dan efektif dalam menyelesaikan sengketa harta gono-gini di Indonesia.

  1. #harta gono#harta gono
  2. #gender roles#gender roles
Read online
File size325.21 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-38e
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test