IDJOURNALIDJOURNAL

Panrannuangku Jurnal Pengabdian MasyarakatPanrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pelatihan seni tari memiliki peran penting dalam pengembangan ekspresi diri dan kepercayaan diri siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teknik menari, tetapi juga berlatih untuk mengekspresikan diri mereka secara kreatif. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa melalui seni tari di SDN 201 Inpres Tammu-Tammu. Pelatihan ini dilaksanakan setiap hari rabu dan bertujuan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk gerakan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa pelatihan seni tari memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kreativitas, ekspresi, dan kepercayaan diri siswa dalam menari di depan teman-teman, para guru dan penonton lainnya.

Pelatihan PKM seni tari mendorong siswa belajar sambil bermain melalui tiga tahap, yaitu orientasi, latihan intensif, dan pementasan tarian Wonderland serta Zapin Melayu.Pada tahap orientasi siswa mempelajari dasar-dasar tari, kemudian dilanjutkan dengan latihan intensif untuk meningkatkan keterampilan.Akhirnya, pementasan memberikan pengalaman praktis yang memperkuat ekspresi, keterampilan, dan pemanfaatan bakat siswa dalam seni tari.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana integrasi media digital interaktif, seperti aplikasi pembelajaran tari berbasis video dan real‑time feedback, mempengaruhi peningkatan keterampilan tari serta kepercayaan diri siswa dibandingkan dengan metode konvensional berbasis tatap muka yang saat ini diterapkan. Selanjutnya, studi longitudinal dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan seni tari terhadap perkembangan sosial‑emosional, motivasi belajar, dan prestasi akademik siswa selama periode tiga hingga lima tahun, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang manfaat berkelanjutan program. Penelitian juga dapat meneliti perbedaan efektivitas antara pendekatan berbasis kelompok kecil versus pelatihan individu dalam meningkatkan kreativitas dan ekspresi artistik siswa, khususnya pada usia dini. Selain itu, analisis komparatif antara sekolah yang memiliki fasilitas dan tenaga pendidik khusus seni tari yang memadai dengan sekolah yang mengalami keterbatasan sarana dan sumber daya dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang mendukung keberhasilan program serta merumuskan model pelatihan yang dapat diadaptasi secara fleksibel di berbagai konteks pendidikan dasar. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh keterlibatan orang tua dalam proses pelatihan tari, misalnya melalui workshop keluarga, terhadap motivasi dan partisipasi siswa. Akhirnya, pengembangan kurikulum berbasis modul interdisciplinary yang menggabungkan tari dengan mata pelajaran lain, seperti bahasa dan ilmu pengetahuan, dapat diuji untuk melihat kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi lintas bidang siswa.

Read online
File size365.06 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test