DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesPendeta diketahui mempunyai tugas dan tanggung jawab yang beragam dalam gereja, salah satunya menjadi role model dalam komunitasnya. Dalam peran sebagai pendeta dan hubungannya di tengah komunitas, pendeta sering kali menghadapi stigma dan ekspektasi ganda dari komunitas gereja. Kelompok akan mengkaji dinamika kompleks kehidupan pendeta ketika bersinggungan dengan isu remarriage, khususnya kasus Pendeta Mawar yang harus memilih antara pelayanan dan cintanya terhadap pasangan yang pernah bercerai. Penelitian ini juga membahas pendekatan transformative justice sebagai pisau bedah mengkritisi keputusan gereja/sinode terkait isu remarriage. Analisis ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang lebih inklusif dan berempati yang dapat membantu mengatasi dilema antara kehidupan individual dan komunal pendeta (dan pejabat gerejawi), serta mendorong sebuah pertimbangan yang tidak hanya legal‑pragmatis tetapi didasari empati dan pengampunan.
Stigma perceraian dalam gereja menciptakan persepsi negatif terhadap remarriage, terutama bagi pendeta yang diharapkan menjadi teladan moral tinggi, sehingga muncul standar ganda yang tidak realistis dan mengancam kredibilitas mereka serta integritas gereja.Kelompok mengusulkan pendekatan transformative justice yang menekankan pemulihan, rekonsiliasi, dan penyelesaian akar konflik, serta menawarkan langkah‑langkah konseling untuk mempersiapkan remarriage secara emosional dan spiritual.Dengan mengadopsi pendekatan ini, gereja dapat menciptakan lingkungan lebih berkasih, inklusif, dan adil, menghormati hak individu sekaligus menjaga integritas komunitas.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penerapan pendekatan transformative justice memengaruhi persepsi jemaat terhadap pendeta yang mengalami remarriage, dengan menggunakan survei longitudinal pada beberapa gereja di Indonesia; (2) efektivitas program konseling 5R (Resolve, Rebuild, Relink, Reconciliation, Resilience) dalam meningkatkan kesiapan emosional dan spiritual pasangan pendeta yang akan remarriage, melalui studi eksperimen terbatas pada pasangan pendeta yang telah mengajukan permohonan remarriage; serta (3) analisis komparatif kebijakan gereja mengenai standar ganda antara pendeta dan jemaat awam dalam kasus remarriage, mengidentifikasi faktor-faktor teologis, sosiokultural, dan struktural yang mempengaruhi keputusan sinodal, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih adil dan inklusif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur teologi praktis, memperbaiki praktik pastoral, dan mendukung terciptanya komunitas gereja yang lebih empatik dan berkeadilan.
| File size | 341.81 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
DWCUDWCU Tulisan ini mengkaji ulang konsep pewahyuan dan dampaknya terhadap penafsiran teks-teks Kitab Suci yang bias gender. Dengan berangkat dari pengalaman perjumpaanTulisan ini mengkaji ulang konsep pewahyuan dan dampaknya terhadap penafsiran teks-teks Kitab Suci yang bias gender. Dengan berangkat dari pengalaman perjumpaan
DWCUDWCU Artikel ini menunjukkan bagaimana pembacaan lintas tekstual komunitarian yang melibatkan partisipasi kedua komunitas Kristen dan Buddhis dalam menafsirkanArtikel ini menunjukkan bagaimana pembacaan lintas tekstual komunitarian yang melibatkan partisipasi kedua komunitas Kristen dan Buddhis dalam menafsirkan
DWCUDWCU Artikel-artikel yang dimuat tidak mencerminkan pandangan redaksi. Berdasarkan beragam topik yang diangkat dalam jurnal ini, penelitian lanjutan dapat difokuskanArtikel-artikel yang dimuat tidak mencerminkan pandangan redaksi. Berdasarkan beragam topik yang diangkat dalam jurnal ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan
RCRSRCRS Artikel ini menyajikan biodata penulis yang terlibat dalam publikasi ilmiah. Penulis-penulis tersebut berasal dari berbagai institusi pendidikan tinggiArtikel ini menyajikan biodata penulis yang terlibat dalam publikasi ilmiah. Penulis-penulis tersebut berasal dari berbagai institusi pendidikan tinggi
WIDYAAGAPEWIDYAAGAPE 2-16 telah memicu debat yang kuat di kalangan ilmuwan dan teolog. Namun, hal ini tidak cukup untuk menyelamatkan dunia saat ini. Suara feminis dan yang2-16 telah memicu debat yang kuat di kalangan ilmuwan dan teolog. Namun, hal ini tidak cukup untuk menyelamatkan dunia saat ini. Suara feminis dan yang
JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dengan visi strategis, pengaruh sebagai role model, stimulasi intelektual, serta perhatian individual,Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dengan visi strategis, pengaruh sebagai role model, stimulasi intelektual, serta perhatian individual,
DWCUDWCU Tubuh dan seksualitas diposisikan sebagai medium transendensi, mengatasi dualisme spirit-materi, serta memupuk inklusivitas spiritual di tengah beragamTubuh dan seksualitas diposisikan sebagai medium transendensi, mengatasi dualisme spirit-materi, serta memupuk inklusivitas spiritual di tengah beragam
SARI MUTIARASARI MUTIARA Tanggung jawab orangtua sebagai role model merupakan tantangan sekaligus peluang yang dimiliki oleh orangtua, khususnya para Bapak sebagai kepala keluarga.Tanggung jawab orangtua sebagai role model merupakan tantangan sekaligus peluang yang dimiliki oleh orangtua, khususnya para Bapak sebagai kepala keluarga.
Useful /
DWCUDWCU Pandangan panentheistik Whitehead merangsang refleksi etis dan tanggung jawab dalam membangun kebenaran. Konsep proses yang terus berkembang menggambarkanPandangan panentheistik Whitehead merangsang refleksi etis dan tanggung jawab dalam membangun kebenaran. Konsep proses yang terus berkembang menggambarkan
JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA Masyarakat diimbau untuk lebih bijak menggunakan platform digital dengan memperoleh izin terlebih dahulu, sementara pencipta dan pemerintah harus memperkuatMasyarakat diimbau untuk lebih bijak menggunakan platform digital dengan memperoleh izin terlebih dahulu, sementara pencipta dan pemerintah harus memperkuat
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Pendekatan ini mengkuantifikasi perubahan tempo terstruktur yang tertera dalam partitur serta penyimpangan performa tidak terstruktur (fluktuasi terstrukturPendekatan ini mengkuantifikasi perubahan tempo terstruktur yang tertera dalam partitur serta penyimpangan performa tidak terstruktur (fluktuasi terstruktur
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi, akurasi, dan kemudahan pemantauan kehadiran siswa secara real-time. Penelitian ini menyarankan pengembanganHasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi, akurasi, dan kemudahan pemantauan kehadiran siswa secara real-time. Penelitian ini menyarankan pengembangan