OJS INDONESIAOJS INDONESIA

SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan PendidikanSIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan

Tulisan ini mengkaji geostrategi Tiongkok di Kepulauan Solomon melalui pendekatan Relational Theory yang banyak didasarkan dan dipengaruhi oleh nilai-nilai Konfusianisme. Berbeda dari teori dan pendekatan geostrategi yang telah didominasi oleh Barat, Tiongkok menjalankan geostrateginya untuk dapat memperluas lingkaran relasi serta tingkat keintiman dari relasi yang terjalin. Oleh karenanya, kekuatan relasi menjadi instrumen utama proyeksi kekuatan Tiongkok, tercermin dari pendekatan ekonomi dan pembangunan yang berbasis inklusifitas dan kesetaraan. Tulisan ini akan secara spesifik mengkaji peran krusial Belt and Road Initiative (BRI) sebagai instrumen geostrategi Tiongkok yang fleksibel dan inklusif dimana menekankan pada prinsip saling menghormati dan keselarasan tujuan dengan kepulauan Solomon. Hasilnya adalah kepercayaan Pemerintah Kepulauan Solomon untuk membangun kerjasama formal dengan Tiongkok, sekaligus mampu memperkuat legitimasi dan kemandirian nasional. Melalui pendekatan relasional, Tiongkok berhasil membentuk alternatif dalam tata kelola internasional yang tidak mengandalkan pendekatan dominatif dan ekspansionis, melainkan keberlanjutan relasi dan harmoni kepentingan.

Penelitian menunjukkan bahwa geostrategi Tiongkok di Kepulauan Solomon tidak didorong oleh ambisi kekuasaan koersif, melainkan dibangun melalui pendekatan relasional berlandaskan nilai‑nilai Konfusianisme yang menekankan saling menghormati, timbal balik, dan kesetaraan.Dengan menggunakan Relational Theory, Tiongkok memproyeksikan kekuatannya secara halus melalui jaringan ekonomi, bantuan pembangunan, diplomasi budaya, dan kerja sama keamanan, serta memperkuat posisi melalui kontribusi diaspora Tiongkok.Peralihan diplomasi dari Taiwan ke Tiongkok pada 2019 bersama penandatanganan BRI menandai keberhasilan manuver geostrategi yang bersifat inklusif, non‑intervensi, dan memberikan ruang otonomi lebih besar bagi Kepulauan Solomon.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana kehadiran diaspora Tiongkok memengaruhi efektivitas strategi relasional China di Kepulauan Solomon dibandingkan dengan negara‑negara Pasifik lainnya, dengan memetakan jaringan sosial, ekonomi, dan politik yang terbentuk. Selanjutnya, penting untuk menilai dampak jangka panjang inisiatif Belt and Road yang mengedepankan prinsip non‑intervensi dan tata kelola inklusif terhadap kedaulatan serta perkembangan sosial‑ekonomi Solomon Islands, misalnya melalui studi longitudinal tentang perubahan indikator kemiskinan, keamanan pangan, dan partisipasi politik warga. Terakhir, penerapan kerangka Relational Theory dapat diuji untuk mengevaluasi adaptabilitas pendekatan geostrategi China ketika menghadapi dinamika keamanan regional yang berubah, seperti peningkatan keterlibatan Australia dan Amerika Serikat di kawasan Pasifik, dengan meneliti respons kebijakan dan persepsi publik terhadap perubahan tersebut.

Read online
File size588.41 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test