UNDIKMAUNDIKMA

Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP MataramPrisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah model PBL dan gaya belajar dapat memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika dan harga diri siswa. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimen yang melibatkan dua kelas: kelas X MIPA 1 (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) yang terdiri dari 24 siswa menggunakan model pembelajaran PBL sebagai kelas eksperimen, dan kelas X MIPA 2 (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) yang terdiri dari 22 siswa menggunakan model pembelajaran saintifik sebagai kelas kontrol di SMAN 17 Pandeglang pada tahun ajaran 2019/2020. Selain model pembelajaran, siswa juga dikategorikan berdasarkan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan kuesioner harga diri. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial. Validitas soal matematika didasarkan pada penilaian ahli dan uji validitas, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan korelasi product moment. Data pre-test dan post-test telah diuji dan keduanya menunjukkan distribusi yang homogen dan normal. Uji homogenitas menggunakan uji Levene dan uji normalitas menggunakan Chi-Square. Uji pengaruh dilakukan menggunakan statistik, uji perbedaan rata-rata, uji ANOVA dua arah, dan uji lanjutan Post Hoc dengan Scheffe. Semua data diolah menggunakan SPSS. Studi ini menunjukkan keberhasilan dengan diperolehnya nilai signifikan 0,00 < α. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model PBL dan gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dan harga diri siswa.

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL secara positif memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika dan harga diri siswa.Ditemukan adanya interaksi signifikan antara model pembelajaran (PBL dan saintifik) dengan gaya belajar (visual, auditori, dan kinestetik) terhadap kedua kemampuan tersebut.Lebih lanjut, gaya belajar dalam model PBL memberikan efek yang lebih positif dibandingkan model pembelajaran saintifik, baik untuk kemampuan pemecahan masalah matematika maupun harga diri siswa.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dan gaya belajar memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dan harga diri siswa. Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, penting untuk menguji generalisasi hasil penelitian ini dengan melaksanakannya di konteks yang berbeda. Ini bisa mencakup penerapan model PBL dan pertimbangan gaya belajar pada mata pelajaran selain matematika, seperti sains, bahasa, atau ilmu sosial, untuk melihat apakah efek positif yang serupa juga terjadi. Selain itu, replikasi studi di jenjang pendidikan yang berbeda, misalnya di sekolah dasar untuk melihat dampak pada pengembangan fondasi awal, atau di tingkat perguruan tinggi dengan materi yang lebih kompleks, akan memberikan wawasan tentang relevansi temuan di berbagai tahapan pendidikan. Kedua, mengingat studi ini mengkategorikan gaya belajar secara umum (visual, auditori, kinestetik), penelitian di masa depan dapat menyelidiki interaksi yang lebih kompleks antar gaya belajar atau mengembangkan pendekatan yang lebih personal. Misalnya, bagaimana mengidentifikasi dan merancang strategi pembelajaran untuk siswa dengan gaya belajar campuran atau dominasi ganda. Peneliti juga bisa mengeksplorasi potensi teknologi pembelajaran adaptif yang secara dinamis menyesuaikan konten dan metode penyampaian berdasarkan preferensi dan respons belajar individu siswa secara *real-time*, bukan hanya mengandalkan kategorisasi statis. Ketiga, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak jangka panjang, sebuah studi longitudinal akan sangat berharga. Penelitian semacam ini dapat melacak perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematika dan tingkat harga diri siswa yang terpapar model PBL dan strategi belajar yang disesuaikan selama beberapa tahun. Ini akan memungkinkan identifikasi keberlanjutan efek positif, faktor-faktor yang mendukung atau menghambat dampak tersebut seiring waktu, dan bagaimana adaptasi pembelajaran terus memengaruhi siswa dalam menghadapi tantangan akademik yang semakin kompleks. Selain itu, integrasi metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi kasus, dapat memberikan perspektif personal siswa dan guru mengenai pengalaman mereka, mengungkap mekanisme psikologis dan pedagogis yang mendasari peningkatan yang diamati.

  1. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika. pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe stad tapps ditinjau... doi.org/10.25273/jipm.v2i1.485Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe stad tapps ditinjau doi 10 25273 jipm v2i1 485
  2. KEEFEKTIFAN PBL DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS, SERTA SELF-ESTEEM SISWA... doi.org/10.21831/jrpm.v1i1.2663KEEFEKTIFAN PBL DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SERTA SELF ESTEEM SISWA doi 10 21831 jrpm v1i1 2663
  3. KEEFEKTIFAN PBL DAN IBL DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS, DAN MOTIVASI... journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/2678KEEFEKTIFAN PBL DAN IBL DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN MOTIVASI journal uny ac index php jrpm article view 2678
  4. Keefektifan Model PBL dan PjBL Ditinjau dari Prestasi, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Motivasi Belajar... journal.uny.ac.id/index.php/pythagoras/article/view/9629Keefektifan Model PBL dan PjBL Ditinjau dari Prestasi Kemampuan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar journal uny ac index php pythagoras article view 9629
Read online
File size1.03 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test