UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias SelatanJurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai karena nilai thitung sebesar 1,068>1.694 dan tingkat signifikan sebesar 0,003<0.05, maka keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak dengan arti bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai karena nilai thitung sebesar 0,785>1.694 dan tingkat signifikan sebesar 0,004<0.05, maka keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak dengan arti bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai, karena nilai Fhitung sebesar 6,949> nilai Ftabel sebesar 3,305 dan taraf signifikan sebesar 0,004<0,05. Artinya bahwa semua variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat. Dengan kata lain,secara bersama-sama variabel bebas (kemampuan, motivasi kerja dan disiplin kerja) mempengaruhi variabel terikat (kinerja pegawai) pada Kantor Camat Aramo Kabupaten Nias Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefesien determinasi ( sebesar 0,066% sehingga dapat ditunjukkan bahwa 0,066% keragaman variabel terikat (kinerja pegawai) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (motivasi kerja dan disiplin) sedangkan sisanya 99,934% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Berdasarkan hasil persamaan regresi nilai koefisien regresi untuk 1 sebesar 0,195 merupakan nilai koefisien dari variabel motivasi kerja. Artinya, setiap penurunan sebesar 1 pada faktor motivasi kerja dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka variabel kinerja pegawai akan mengalami penurunan sebesar 0,195 pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Nilai 0,122 merupakan nilai koefisien dari variabel faktor Disiplin kerja artinya setiap penurunan sebesar 1 pada faktor motivasi kerja dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kinerja pegawai akan mengalami penurunan sebesar 0,122 pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan.

Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian yang telah diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan, motivasi kerja dan disiplin kerja mempengaruhi kinerja pegawai pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan.(1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai.(2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai.(3) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai.(4) Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefesien determinasi ( sebesar 0,066% sehingga dapat ditunjukkan bahwa 0,066% keragaman variabel terikat (kinerja pegawai) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (motivasi kerja dan disiplin) sedangkan sisanya 99,934% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.(5) Berdasarkan hasil persamaan regresi nilai koefisien regresi untuk 1 sebesar 0,195 merupakan nilai koefisien dari variabel motivasi kerja.Nilai 0,122 merupakan nilai koefisien dari variabel faktor Disiplin kerja.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, serta keterbatasan penelitian yang menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil variasi kinerja dapat dijelaskan oleh variabel-variabel tersebut, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi peran mediasi dari kepuasan kerja dalam hubungan antara motivasi kerja, disiplin kerja, dan kinerja pegawai. Hal ini penting untuk memahami apakah kepuasan kerja menjadi jembatan yang menghubungkan motivasi dan disiplin dengan kinerja yang lebih baik. Kedua, penelitian dapat memperluas lingkup penelitian dengan memasukkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kinerja, seperti iklim kerja, gaya kepemimpinan, atau kompensasi. Dengan demikian, model penelitian dapat menjadi lebih komprehensif dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi pegawai terkait motivasi kerja, disiplin kerja, dan kinerja. Pendekatan campuran ini dapat memberikan wawasan yang lebih kaya dan kontekstual tentang fenomena yang diteliti.

Read online
File size153.42 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test