POLITANI KOEPOLITANI KOE

PSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianPSNP : Prosiding Seminar Nasional Penelitian

Pemanfaatan produk tepung jagung juga bisa sebagai tepung penyalut gorengan. Penggunaan 100% tepung jagung sebagai penyalut produk gorengan menghasilkan tekstur yang keras setelah pendinginan. Hal inilah yang mendasari dilakukannya formulasi pembuatan tepung penyalut atau tepung campuran siap pakai (TCSP) dari tepung jagung yang bertekstur renyah dan tidak keras setelah pendinginan. Tepung penyalut banyak digunakan untuk produk gorengan seperti pisang goreng, tempe goreng dan ayam goreng. Selama ini tepung penyalut umumnya dibuat dari bahan utama terigu dan tepung beras untuk membuat gorengan. Beberapa jenis tepung campuran dan tepung bumbu beredar di pasaran. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan tepung beras, tepung tapioka dan tepung ketan pada tepung penyalut berbahan dasar jagung lokal Timor termodifikasi yang diaplikasikan pada tempe goreng terhadap kesukaan panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor tunggal yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam formula tepung penyalut per 100 gram (tepung jagung:tepung beras:tepung tapioka:tepung ketan). Formula A(60:35:5), formula B(60:30:10), formula C(60:25:15 ), formula D (50:45:5), formula E (50:40:10), formula F (50:35:15), formula G (40:55:5), formula H (40:50:10), formula I (40:45:15). Hasil penelitian menunjukkan nilai kesukaan konsumen terhadap warna tempe goreng yang diaplikasi dengan tepung penyalut tidak dipengaruhi oleh proporsi tepung jagung, tepung beras, tepung tapioka dan ketan. Proporsi tepung penyalut sangat berpengaruh terhadap tekstur atau kerenyahan produk. Tepung penyalut terbaik diperoleh dari formula 50% tepung jagung, 17,5% tepung beras, 17,5% tapioka dan 15% tepung ketan dengan nilai kesukaan konsumen tertinggi yaitu warna 4,36 (suka), tekstur 4,36 (suka), rasa 3,80 (agak suka), aroma 3,44 (agak suka).

Penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung penyalut tidak memengaruhi kesukaan konsumen terhadap warna tempe goreng, namun sangat berpengaruh pada tekstur atau kerenyahan produk, dengan formula terbaik terdiri atas 50 % tepung jagung, 17,5 % tepung beras, 17,5 % tepung tapioka, dan 15 % tepung ketan yang menghasilkan nilai kesukaan tertinggi (4,36).Penambahan tepung ketan mengubah rasio amilosa‑amilopektin sehingga mengurangi retrogradasi dan mencegah kekerasan produk setelah pendinginan.Sebaliknya, penurunan proporsi tepung jagung menurunkan kesukaan konsumen terhadap rasa dan aroma tempe goreng.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh variasi lama fermentasi pada tepung jagung lokal Timor termodifikasi terhadap sifat fungsional penyalut dan kualitas sensori tempe goreng, sehingga dapat diidentifikasi kondisi fermentasi optimal. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi kombinasi tepung ketan dengan sumber pati lokal lain seperti singkong atau sagu dalam formulasi penyalut untuk meningkatkan tekstur sekaligus memperkecil retrogradasi, dengan menilai profil amilosa‑amilopektin serta respons sensorik konsumen. Terakhir, penelitian perlu menilai stabilitas mikrobiologis dan umur simpan tempe goreng yang dilapisi penyalut formula optimal di bawah berbagai kondisi penyimpanan (suhu, kemasan, dan kelembaban), guna menentukan parameter penyimpanan yang mempertahankan kualitas organoleptik dan keamanan pangan produk.

  1. PENERIMAAN SENSORI ROTI JAGUNG YANG DIFORTIFIKASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) | Medho | Partner.... jurnal.politanikoe.ac.id/index.php/jp/article/view/487PENERIMAAN SENSORI ROTI JAGUNG YANG DIFORTIFIKASI TEPUNG DAUN KELOR Moringa oleifera Medho Partner jurnal politanikoe ac index php jp article view 487
  2. SIFAT KIMIA TEPUNG JAGUNG LOKAL PUTIH TIMOR TERMODIFIKASI MELALUI FERMENTASI BAKTERI Lactobacillus casei... jurnal.politanikoe.ac.id/index.php/jp/article/view/321SIFAT KIMIA TEPUNG JAGUNG LOKAL PUTIH TIMOR TERMODIFIKASI MELALUI FERMENTASI BAKTERI Lactobacillus casei jurnal politanikoe ac index php jp article view 321
  3. One moment, please.... one moment please wait request verified ejournal.unisi.ac.id/index.php/jtp/article/view/58One moment please one moment please wait request verified ejournal unisi ac index php jtp article view 58
Read online
File size244.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test