SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA

IJE : Interdisciplinary Journal of EducationIJE : Interdisciplinary Journal of Education

Sebanyak 66,7% mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menunjukkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada kategori tinggi, sementara 33,3% berada pada kategori sedang, dan tidak ada yang berada pada kategori rendah. Keterampilan analitis (C4) dan kreatif (C6) relatif kuat, meskipun keterampilan evaluasi (C5) beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) mahasiswa pada topik pengukuran dengan menggunakan Taksonomi Bloom yang direvisi (C4‑C6) sebagai kerangka kerja. Enam mahasiswa PGSD dari STKIP Al Hikmah berpartisipasi melalui item esai dan wawancara semi‑terstruktur. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknik triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa berprestasi pada tingkat tinggi, terdapat inkonsistensi dalam performa antar dimensi kognitif yang menunjukkan penguasaan HOTS yang tidak merata. Hal ini menekankan perlunya memperkuat strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan seimbang berpikir analitis, kritis, dan kreatif. Hasil juga mengindikasikan pentingnya penyisipan penilaian berbasis HOTS serta materi matematika fundamental dalam kurikulum pendidikan guru, guna mempersiapkan calon guru secara lebih baik menghadapi tantangan kelas dunia nyata.

Sebagian besar mahasiswa PGSD (66,7%) menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada kategori tinggi, sementara sisanya (33,3%) berada pada kategori sedang, tanpa ada yang berada pada kategori rendah.Kemampuan analisis (C4) dan penciptaan (C6) relatif baik, namun kemampuan evaluasi (C5) sangat bervariasi, menandakan perlunya penguatan pada dimensi tersebut.Ketidakseimbangan penguasaan HOTS tersebut memiliki implikasi penting bagi pendidikan tinggi, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan analitis secara merata untuk mempersiapkan calon guru yang adaptif.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh pembelajaran berbasis masalah (problem‑based learning) terhadap peningkatan kemampuan evaluasi (C5) pada mahasiswa PGSD dengan sampel yang lebih besar dan desain eksperimental; selanjutnya, studi longitudinal dengan pendekatan campuran (mixed‑methods) dapat mengevaluasi perkembangan kompetensi HOTS (C4‑C6) mahasiswa sepanjang beberapa semester untuk memahami faktor‑faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kognitif; terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran alat kolaboratif digital dalam meningkatkan kemampuan analitis, evaluatif, dan kreatif pada topik pengukuran, dengan membandingkan efektivitas metode tradisional versus berbasis teknologi dalam konteks pendidikan guru.

  1. Analysis of The Ability to Solve Hots Questions On Measurement Material of PGSD Students Based on Bloom’s... doi.org/10.61277/ije.v3i2.207Analysis of The Ability to Solve Hots Questions On Measurement Material of PGSD Students Based on BloomAos doi 10 61277 ije v3i2 207
  2. Pengembangan Asesmen Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pada Mata Pelajaran IPAS Berbasis Model Rasch... doi.org/10.37985/jer.v5i3.1492Pengembangan Asesmen Higher Order Thinking Skill HOTS Pada Mata Pelajaran IPAS Berbasis Model Rasch doi 10 37985 jer v5i3 1492
Read online
File size318.59 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test