JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY

Jurnal Empathy Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat

Stunting adalah bentuk malnutrisi kronis yang terjadi pada tahap awal pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini ditandai dengan rasio tinggi badan terhadap usia yang berada di bawah minus tiga standar deviasi (-3 SD) dari median standar pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 31%, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 20%. Di Jawa Tengah, tingkat stunting mencapai 20,8%, sementara pengetahuan yang benar tentang stunting hanya 66,8%, masih di bawah target nasional. Stunting tetap menjadi fokus utama pemerintah Indonesia, yang telah menetapkan target untuk mengurangi prevalensinya menjadi 14%. Pada Oktober 2025, tercatat total 2.250 kasus stunting di Semarang, yang merupakan 3,67% dari populasi anak sasaran. Manajemen stunting juga sejalan dengan tujuan kedua dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2030, yang bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai keamanan pangan, meningkatkan gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, kesuksesan pencegahan dan manajemen stunting sangat penting untuk mencapai TPB.

Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang faktor risiko stunting.Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilanjutkan dan diperluas untuk mencakup lebih banyak peserta, disertai dengan konseling mendalam dan bimbingan praktis tentang praktik pemberian makan aktif sebelum kehamilan, selama kehamilan, dan setelah kelahiran untuk mendukung upaya mengurangi tingkat stunting di Kota Semarang.

Untuk meningkatkan kesuksesan eradikasi stunting, diperlukan intervensi yang lebih komprehensif. Pertama, perlu ada upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga tentang stunting, termasuk dengan menggunakan buku panduan edukatif. Kedua, penting untuk memberikan bimbingan praktis tentang praktik pemberian makan aktif sebelum kehamilan, selama kehamilan, dan setelah kelahiran. Ketiga, program ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program pengabdian masyarakat dan mengurangi tingkat stunting di Kota Semarang.

  1. Improving Academic Writing Skills through Artificial Intelligence-Based Training | Jurnal Empathy Pengabdian... jurnalempathy.com/index.php/jurnalempathy/article/view/368Improving Academic Writing Skills through Artificial Intelligence Based Training Jurnal Empathy Pengabdian jurnalempathy index php jurnalempathy article view 368
Read online
File size409.65 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test