OJSOJS
Jurnal Pendidikan MultidisiplinerJurnal Pendidikan MultidisiplinerKomunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain, yang melibatkan lebih dari sekedar katakata yang digunakan dalam percakapan, ekspresi wajah, intonasi, titik putus local, dan sebagainya. Komunikasi pada dasarnya penyampaian pesan yang disengaja dari sumber terhadap penerima dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku pihak penerima. Jadi komunikasi lebih fokus pada tujuan atau kesengajaan. Salah satu cara berkomunikasi adalah menggunakan bahasa yang dapat dipahami. Di dalam masyarakat bahasa terkadang terdapat dua atau lebih bahasa yang hidup berdampingan secara subur. Selain itu, juga banyaknya variasi penggunaan bahasa secara bergantian di masyarakat. Gambaran peristiwa pengunaan variasi bahasa di dalam suatu masyarakat yang memiliki peranan tertentu disebut diglosia. Adapun konteks, topik, dan situasi juga merupakan hal yang cukup penting dipahami terlebih dahulu oleh antar penutur. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus dikuasai terlebih dahulu agar penutur mampu memilih konteks, topik dan situasi yang tepat untuk melakukan komunikasi. Komunikasi biasanya dilakukan dengan menggunakan bahasa yang dipahami oleh kedua belah pihak. Namun, tidak jarang juga komunikasi dilakukan dengan bahasa yang berbeda beda. Hal ini biasanya terjadi pada pelajar yang menempuh pendidikan di luar daerah. Pada jurnal ini peneliti ingin manganalisa pengunaan bahasa tubuh bisa menjadi alternatif bagi pelajar luar daerah dalam memahami perbedaan bahasa sehari-hari. Penelitian ini dimulai dengan membuat kuis. Kuis dibuat dengan menggunakan media google form. Peneliti memilih media google form dikarenakan memiliki tingkat fleksibel yang tinggi, apalagi peneliti memilih sumber informasi dari luar daerah indramayu tepatnya dari Sumatra Utara. Peneliti memilih sumber informasi yang dsedang menempuh pendidikan di luar daerah. Sumber informasi kita sebut saja informan. Informan 1 berasal dari Pematang Sidamanik yang sedang menempuh pendidikan Universitas Malikusaleh di Aceh, informan 2 berasal dari pematang Sidamanik juga dan sedang menempuh pendidikan di STIKOM Tunas Bangsa Pematang Siantar, informan 3 berasal dari Sidamanik dan sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Medan di Medan. Informan 4 berasal dari Pematang Sidamanik yang menempuh pendidikan Universitas Muhamadiyah Sumatra Utara di Medan, keempat sumber informasi rata rata berasal dari daerah yang sama, namun menempuh pendidikan di luar daerah yang berbeda beda. Dari keempat informan tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka menggunakan gerakan tubuh atau bahasa tubuh untuk memahami bahasa yang tidak mereka mengerti.
Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa tubuh sebagai alternatif bagi pelajar yang menempuh pendidikan di luar daerah dalam memahami perbedaan bahasa sehari-hari.Data dikumpulkan melalui kuis berbasis Google Form dari empat informan yang berasal dari Pematang Sidamanik dan menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di luar daerah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan menggunakan gerakan tubuh untuk memfasilitasi pemahaman bahasa yang tidak mereka kuasai.
Penelitian selanjutnya dapat membandingkan bagaimana pelajar yang berasal dari berbagai daerah menggunakan gerakan tubuh untuk memahami rumus kata atau makna, misalnya dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara kepada kelompok pelajar yang berbeda latar provinsi untuk melihat variasi strategi nonverbal yang muncul. Kemudian, sebuah eksperimen lapangan dapat dirancang untuk menilai seberapa efektif bahasa tubuh dibandingkan metode pembelajaran bahasa formal, seperti kursus tatap muka atau aplikasi pembelajaran digital, dengan mengukur peningkatan pemahaman kosakata dan struktur kalimat bahasa daerah setelah sesi komunikasi tertentu. Selain itu, studi longitudinal juga penting dilakukan dengan mengikuti perkembangan kelompok pelajar sejak awal masa kuliah hingga beberapa semester, guna memetakan perubahan pola penggunaan bahasa tubuh dan hubungannya dengan kemampuan berbicara dan memahami bahasa setempat secara konsisten. Dengan tiga arah studi ini, kita dapat memperoleh gambaran komprehensif dan menyeluruh tentang peran bahasa tubuh dalam proses adaptasi bahasa, mengevaluasi metode alternatif yang paling membantu, serta memahami dinamika perubahan keterampilan bahasa seiring waktu.
| File size | 116.79 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Dalam suatu proses pembelajaran, salah satu yang dialami oleh seorang murid adalah kesulitan belajar sehingga mereka tidak benar-benar memahami materiDalam suatu proses pembelajaran, salah satu yang dialami oleh seorang murid adalah kesulitan belajar sehingga mereka tidak benar-benar memahami materi
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produk pendidikan sehingga mencapai hasil yang sesuai dengan standar mutu. Indikator yang diharapkan dalamTujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produk pendidikan sehingga mencapai hasil yang sesuai dengan standar mutu. Indikator yang diharapkan dalam
UINSIUINSI Seiring meningkatnya peran bahasa Inggris secara global, muncul pertanyaan mengenai posisi bahasa Inggris dalam pembelajaran awal serta kesiapan calonSeiring meningkatnya peran bahasa Inggris secara global, muncul pertanyaan mengenai posisi bahasa Inggris dalam pembelajaran awal serta kesiapan calon
UIGMUIGM Hasil ini menunjukkan bahwa kurikulum tersembunyi berfungsi sebagai pelengkap penting bagi kurikulum formal, berkontribusi pada pembentukan karakter holistikHasil ini menunjukkan bahwa kurikulum tersembunyi berfungsi sebagai pelengkap penting bagi kurikulum formal, berkontribusi pada pembentukan karakter holistik
UMKLAUMKLA 5 sebesar 0,89 untuk dua jenis ekspresi. Sistem ini menunjukkan kinerja real-time dengan kecepatan pemrosesan rata-rata 15 FPS pada perangkat berbasis5 sebesar 0,89 untuk dua jenis ekspresi. Sistem ini menunjukkan kinerja real-time dengan kecepatan pemrosesan rata-rata 15 FPS pada perangkat berbasis
STKIP PESSELSTKIP PESSEL menilai kepraktisan penggunaan, dan (5). mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kalimat Bahasa Inggris. Metode yang digunakan adalahmenilai kepraktisan penggunaan, dan (5). mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kalimat Bahasa Inggris. Metode yang digunakan adalah
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Penggunaan bahasa Indonesia yang standar mengurangi ketidakefisienan dan miskomunikasi, sementara model komunikasi hibrida yang memadukan alat digitalPenggunaan bahasa Indonesia yang standar mengurangi ketidakefisienan dan miskomunikasi, sementara model komunikasi hibrida yang memadukan alat digital
KKPKKP Fragmen gen subunit‑I sitokrome oksida (COI) mitokondria dari 71 P. homarus dan 42 P. ornatus yang dikumpulkan di 6 dan 5 pelabuhan penangkap ikan diFragmen gen subunit‑I sitokrome oksida (COI) mitokondria dari 71 P. homarus dan 42 P. ornatus yang dikumpulkan di 6 dan 5 pelabuhan penangkap ikan di
Useful /
MDPMDP Dengan adanya sistem digital, peserta dapat mendaftar dengan lebih mudah, informasi dapat disebarluaskan dengan cepat, serta proses skrining dan verifikasiDengan adanya sistem digital, peserta dapat mendaftar dengan lebih mudah, informasi dapat disebarluaskan dengan cepat, serta proses skrining dan verifikasi
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Penerapan metode Team Quiz terbukti signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS, yaitu dari 61% pada Siklus I menjadi 91% padaPenerapan metode Team Quiz terbukti signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS, yaitu dari 61% pada Siklus I menjadi 91% pada
KKPKKP Diet yang mengandung SLM dapat meningkatkan indeks gonadosomatik dan kandungan amino asam gonad ikan kakap putih, sehingga berpotensi untuk meningkatkanDiet yang mengandung SLM dapat meningkatkan indeks gonadosomatik dan kandungan amino asam gonad ikan kakap putih, sehingga berpotensi untuk meningkatkan
KKPKKP Pada percobaan kedua, perlakuan 1F menunjukkan kondisi lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dengan FASR 5,56%. Meskipun demikian, tidak ada larvaPada percobaan kedua, perlakuan 1F menunjukkan kondisi lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dengan FASR 5,56%. Meskipun demikian, tidak ada larva