UNJUNJ

JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE)JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE)

Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas baterai dan rectifier sebagai catuan cadangan pada perangkat telekomunikasi. Perangkat telekomunikasi membutuhkan tegangan DC, yang biasanya disediakan oleh PLN dengan sumber arus bolak-balik (AC). Oleh karena itu, diperlukan converter untuk mengubah arus AC menjadi DC. Baterai berfungsi sebagai cadangan arus DC saat terjadi gangguan pada catuan utama dari PLN. Penelitian ini menganalisis kapasitas baterai dan rectifier, menemukan bahwa beban yang mengalir dari semua converter yang terhubung paralel ke network element sebesar 2312 A, dengan kapasitas baterai 10.000 Ah, mampu memberikan catuan cadangan selama ± 4 jam. Untuk menghindari lonjakan beban, kapasitas converter harus disesuaikan dengan kapasitas baterai, dan jumlah modul converter yang tersedia harus mencukupi untuk beban puncak, dengan beberapa modul dalam keadaan standby untuk memastikan keandalan sistem.

Baterai sebagai pencatuan arus searah DC cadangan pada sistem tanpa terputus (no-break) apabila terjadi gangguan pada catuan utama dari PLN.Converter (Rectifier) dipasangkan secara paralel oleh baterai.Kemampuan dari kapasitas baterai Sonnenschein dryfit A600 sebesar 43 Volt / 10.000 Ah, sebagai sumber arus listrik cadangan pada network element MSC, Inverter, Intelegent Network (IN), Transmisi, dan Router apabila sumber listrik utama mengalami gangguan mampu bertahan selama ± 4 jam dengan beban yang mengalir dari semua converter yang dihubungkan paralel ke network element sebesar 2312 A.Kapasitas converter yang terpasang mencukupi untuk dapat melayani beban dari network element.Dan jumlah modul yang tersedia jika terjadi beban puncak sebesar 3312 A yaitu 28 modul converter, sedangkan modul yang terpasang sebanyak 34 modul converter artinya terdapat 6 modul converter yang beroperasi dalam keadaan stand by.Hal ini dimaksudkan agar apabila terdapat masalah di salah satu modul.Maka sistem kelistrikan DC tidak mengalami gangguan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis baterai yang digunakan dalam sistem telekomunikasi, seperti baterai lithium-ion, untuk mengevaluasi kinerja dan efisiensinya dibandingkan dengan baterai asam timbal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem manajemen baterai (BMS) yang lebih cerdas dan adaptif, yang mampu mengoptimalkan pengisian dan pemakaian baterai berdasarkan kondisi beban dan lingkungan. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh kualitas listrik dari PLN terhadap kinerja baterai dan rectifier, serta mengembangkan strategi mitigasi untuk mengurangi dampak gangguan listrik terhadap keandalan sistem telekomunikasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem catu daya cadangan pada perangkat telekomunikasi.

Read online
File size228.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test