ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Ikhwan As-Shaf4 sebuah perkumpulan para filusuf yang muncul pada abad ke-4 Hijriatr/ke-I0 Masehi di Basrah, Iralg telah menarik minat para ilmuan untuk mengkaji pemikiran-pemikiran mereka, terutama gagasan-gagasan berbagai cabang keilmuan mereka yang terhimpun dalam knrya monumentalnya yang terkenal dengan Rasail lkhwan al-Shafa Wa Khulan al-Wafa.. . Tulisan ini mencoba mengungkap gagasan filsafat politik kelompok Ikhwan dengan asumsi bahwa kelompok tersebut bukan semata-mata kumpulan para filusuf yang konsern terhadap kajian-kajian keilmuan ansih, tetapi juga memiliki tujuan politis, mencit-citakan adanya sebuah negara ideal yang mereka sebut dengan AlMadinah al-Fadilah sebagai pengganti negara yang penuh kejahatan, penyelewengan dan penyimpangan yang mereka sebut dengan Al-Madinah al-Jairah.. . Untuk memperoleh kejelasan tentang negara ideal ikhwan ini, pcrlu diketahui konsep-konsep mereka mengenai manusia, negara, kepemimpinan (imamah) dan pengangkatan seorang imam. Pointpoint inilalt yang dicoba paparkan dalam tulisan ini.

Ikhwan As‑Safa memandang manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berkembang secara mandiri tanpa bantuan kolektif, sehingga keberadaan negara yang menata hubungan sosial menjadi wajib.Mereka mengusulkan konsep negara ideal, Al‑Madinah al‑Fadilah, yang didasarkan pada nilai‑nilai moral dan kepatuhan kepada Allah, serta menolak segala bentuk kezaliman dan penyimpangan.Kepemimpinan (imamah) harus memenuhi kriteria khusus, yaitu orang yang terbaik setelah Nabi, memiliki kedekatan nasab, dan ditunjuk melalui nash, untuk menegakkan keadilan duniawi maupun spiritual.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan pemikiran politik Ikhwan As‑Safa dengan gerakan‑gerakan Islam kontemporer lainnya untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan konseptual dalam rangka memperkaya studi ilmu politik Islam; selanjutnya, studi kritis terhadap kriteria imamah yang diusulkan oleh Ikhwan dapat menguji relevansinya dalam konteks tata pemerintahan modern, khususnya dalam mengintegrasikan prinsip legitimasi religius dengan mekanisme demokratis; terakhir, penelitian historis tentang dampak konsep Al‑Madinah al‑Fadilah terhadap perkembangan teori politik Islam pasca‑Abad Pertengahan dapat mengungkap pengaruhnya terhadap pemikiran pemimpin dan institusi politik masa kini, memberikan wawasan baru tentang penerapan idealisme keagamaan dalam praktik pemerintahan.

Read online
File size9.12 MB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test