DINIYAHDINIYAH

One moment, please...One moment, please...

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam dunia dakwah. Perempuan dalam Islam memiliki hak yang sama dalam berdakwah, meskipun yang membedakan adalah kadar atau takarannya. Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sangat terhormat karena mereka memiliki tugas yang tidak dapat dilakukan oleh laki-laki, seperti mengandung, melahirkan, dan menyusui, yang semua itu mempertaruhkan nyawa. Dalam artikel ini dibahas tiga peran perempuan: pertama, peran perempuan dalam pandangan Islam, yaitu menempati posisi yang terhormat dan mulia, serta tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam urusan dakwah seperti beramar maruf nahi mungkar. Kedua, kaitannya dengan peran perempuan dalam rumah tangga, yang memiliki peran kompleks sebagai seorang ibu, istri, dan masyarakat. Ketiga, , yaitu sesuai dengan kadar kemampuannya dalam beramar maruf nahi mungkar, dapat berdakwah di rumah bersama keluarga, di perjalanan, di pasar, atau melalui media sosial, yang semua dilakukan untuk beramar maruf nahi mungkar.

Pertama, dalam pandangan Islam, perempuan menempati posisi yang terhormat dan mulia, serta tidak ada pembedaan dengan laki-laki dalam urusan dakwah seperti beramar maruf nahi mungkar.Kedua, peran perempuan dalam rumah tangga bersifat kompleks, meliputi perannya sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana perempuan di daerah pedesaan memanfaatkan media sosial untuk berdakwah, mengingat keterbatasan akses teknologi dan literasi digital yang mungkin mereka hadapi. Penelitian bisa mengeksplorasi strategi apa yang paling efektif bagi perempuan desa dalam menyampaikan pesan dakwah secara kreatif dan sesuai konteks lokal. Kedua, penting untuk meneliti dampak dakwah yang dilakukan perempuan terhadap pembentukan karakter anak usia dini, terutama dalam keluarga muslim yang aktif beragama, untuk melihat sejauh mana peran ibu sebagai pendidik utama berkontribusi pada ketakwaan dan akhlak anak. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif tentang lintas generasi, misalnya antara perempuan usia 20-an dan 50-an, untuk memahami bagaimana perubahan zaman, nilai sosial, dan teknologi memengaruhi metode, tema, dan jangkauan dakwah yang mereka lakukan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi pembahasan artikel dengan wawasan empiris yang relevan dan aplikatif bagi pengembangan dakwah kontemporer yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. #peran perempuan#peran perempuan
  2. #karakter anak usia#karakter anak usia
Read online
File size393.73 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2PB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test