STIEPARISTIEPARI
JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan HumanioraJISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan HumanioraPenulisan ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Berdasarkan hasil observasi dapat dilihat bahwa lingkungan sekolah di SMA Negeri 7 Sijunjung secara keseluruhan dalam kondisi baik. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwasannya semakin kondusif lingkungan sekolah maka semakin tinggi motivasi belajar siswa. Penelitian ini bersifat penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuisioner. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Analisis data dilakukan dengan cara uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,200 nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05 yang artinya data berdistribusi normal. Dari hasil uji linearitas diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,051 > 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang linear antara lingkungan sekolah dengan motivasi belajar siswa. Dari hasil perhitungan diperoleh rxy = 0,652 dan rtabel = 0,234. Dengan kriteria pengujian Ho diterima jika rxy ≤ rtabel dan Ho ditolak jika rxy ≥ rtabel. Hasil uji hipotesis sampel dengan teknik korelasi pearson product moment diperoleh signifikansi ),652 ≥ 0,234 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh pengaruh sebesar 42,5%.
Analisis korelasi menunjukkan hubungan signifikan antara lingkungan sekolah dan motivasi belajar siswa (rxy = 0,652, p < 0,05).Koefisien determinasi mengindikasikan bahwa lingkungan sekolah menjelaskan 42,5 % variansi motivasi belajar, sementara 57,5 % dipengaruhi faktor lain seperti keluarga, teman, masyarakat, dan pengaruh setan.Dengan demikian, hipotesis bahwa lingkungan sekolah berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung dapat diterima.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara komparatif pengaruh lingkungan keluarga dibandingkan dengan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI, dengan mengukur kontribusi masing‑masing faktor secara kuantitatif. Selanjutnya, diperlukan studi yang mengeksplorasi peran teman sebaya dan jaringan sosial siswa dalam memediasi atau memoderasi pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar, khususnya pada mata pelajaran PAI. Terakhir, dapat dilakukan percobaan intervensi berbasis desain kelas yang ramah dan penggunaan media pembelajaran interaktif untuk melihat apakah perubahan fisik dan pedagogik di sekolah dapat meningkatkan motivasi belajar secara signifikan, dibandingkan dengan kondisi sebelum intervensi.
| File size | 169.26 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAGUNTAG Hasil perhitungan ini menggunakan program SPSS yang disajikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan data, disimpulkanHasil perhitungan ini menggunakan program SPSS yang disajikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan data, disimpulkan
UMELMANDIRIUMELMANDIRI Meskipun sudah mendapatkan pengakuan secara sah melalui pengadilan, namun menurut hukum Islam anak luar kawin tidak mendapatkan hak waris, sehingga untukMeskipun sudah mendapatkan pengakuan secara sah melalui pengadilan, namun menurut hukum Islam anak luar kawin tidak mendapatkan hak waris, sehingga untuk
STIESTEKOMSTIESTEKOM Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai Fhitung 11,126 > Ftabel 2,467 dengan tingkat signifikansi 0,000 > 0,05 artinya kohesivitas kelompok, kepuasanHasil uji F (simultan) menunjukkan nilai Fhitung 11,126 > Ftabel 2,467 dengan tingkat signifikansi 0,000 > 0,05 artinya kohesivitas kelompok, kepuasan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Nilai t tabel pada tabel statistik dengan signifikansi 0,05 dengan df = n-2 atau 20-2=18 adalah sebesar 2,100. Karena t hitung 5,514 > t tabel 2,100 makaNilai t tabel pada tabel statistik dengan signifikansi 0,05 dengan df = n-2 atau 20-2=18 adalah sebesar 2,100. Karena t hitung 5,514 > t tabel 2,100 maka
LAAROIBALAAROIBA Abstrak ini membahas tentang motivasi kerja dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci dengan fokus pada pengaruh insentif dan komitmen terhadapAbstrak ini membahas tentang motivasi kerja dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci dengan fokus pada pengaruh insentif dan komitmen terhadap
STKIP JBSTKIP JB Sebelum dan sesudahnya diberikan tindakan, maka kedua kelas eksperimen diberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan berpikir statistis siswa melalui pembelajaranSebelum dan sesudahnya diberikan tindakan, maka kedua kelas eksperimen diberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan berpikir statistis siswa melalui pembelajaran
ITKITK Ketepatan dan kecepatan informasi mengenai saldo produksi hasil ternak mempengaruhi optimalisasi kualitas dan kuantitas sektor Usaha Mikro Kecil MenengahKetepatan dan kecepatan informasi mengenai saldo produksi hasil ternak mempengaruhi optimalisasi kualitas dan kuantitas sektor Usaha Mikro Kecil Menengah
CASSRCASSR Snouck Hurgronje di Batavia. Ia menulis buku ini atas permintaan Teuku Umar, seorang patriot Aceh yang biasa bekerjasama dengan otoritas Belanda. DenganSnouck Hurgronje di Batavia. Ia menulis buku ini atas permintaan Teuku Umar, seorang patriot Aceh yang biasa bekerjasama dengan otoritas Belanda. Dengan
Useful /
STIKBARSTIKBAR Saat ini, belum ada vaksin RV yang tersedia dalam Program Imunisasi Nasional (NIP) di Bangladesh. Penelitian ini mengeksplorasi kelayakan pengenalan vaksinSaat ini, belum ada vaksin RV yang tersedia dalam Program Imunisasi Nasional (NIP) di Bangladesh. Penelitian ini mengeksplorasi kelayakan pengenalan vaksin
APTISIAPTISI Faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas meliputi kualitas sistem e-learning, responsivitas instruktur, dukungan teknis, dan manajemen kecemasanFaktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas meliputi kualitas sistem e-learning, responsivitas instruktur, dukungan teknis, dan manajemen kecemasan
UMELMANDIRIUMELMANDIRI Penerapan asas itikad baik pada peralihan hak atas tanah yang dilakukan kreditor terhadap debitor yang dinyatakan pailit dalam kasus ini tidak dilaksanakan,Penerapan asas itikad baik pada peralihan hak atas tanah yang dilakukan kreditor terhadap debitor yang dinyatakan pailit dalam kasus ini tidak dilaksanakan,
UKRIDAUKRIDA Blount disease adalah kelainan pada tungkai bawah yang disebabkan oleh gangguan proses osifikasi proksimal tulang tibia, mengakibatkan deformitas tibiaBlount disease adalah kelainan pada tungkai bawah yang disebabkan oleh gangguan proses osifikasi proksimal tulang tibia, mengakibatkan deformitas tibia