UMPUMP
Proceedings Series on Physical & Formal SciencesProceedings Series on Physical & Formal SciencesTempe merupakan makanan tinggi protein dengan harga terjangkau. Keterbatasan modal merupakan salah satu sumber kekhawatiran umum dalam industri tempe, dan harga bahan baku terus meningkat. Untuk menghindari kerugian, banyak perajin tempe di Kramatwatu berimprovisasi selama proses pembuatan tempe. Komponen produksi saling terkait erat dalam menentukan suatu produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku memengaruhi produksi tempe di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sebanyak 35 industri rumah tangga digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan penelitian, fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku memiliki dampak signifikan terhadap variabel hasil produksi tempe. Lebih lanjut, hasil uji simultan menunjukkan bahwa fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku memiliki dampak signifikan terhadap produksi tempe di Kecamatan Kramatwatu. Nilai R2 yang diperoleh adalah 0,888. Dapat disimpulkan bahwa fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku secara keseluruhan memiliki pengaruh sebesar 88,8% terhadap hasil produksi tempe, dengan sisa 11,2% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa fluktuasi harga kedelai secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi tempe, menyebabkan kesulitan bagi perajin jika tidak kreatif.Ketersediaan bahan baku juga secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi, dipengaruhi oleh faktor daya beli, regulasi pemerintah, harga, biaya penyimpanan, dan kualitas kedelai.Secara simultan, kedua variabel tersebut, yaitu fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku, bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi tempe di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu.
Berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku kedelai sangat memengaruhi hasil produksi tempe, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memberikan pemahaman lebih mendalam dan solusi yang lebih komprehensif. Pertama, mengingat adanya keterbatasan modal yang kerap menjadi kendala utama bagi perajin tempe seperti yang disinggung dalam latar belakang dan hasil, penelitian selanjutnya dapat fokus pada analisis mendalam mengenai peran manajemen modal dan akses permodalan terhadap ketahanan serta peningkatan hasil produksi tempe, khususnya di tengah kondisi harga bahan baku yang tidak stabil. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan untuk mengungkap bagaimana model pembiayaan atau skema bantuan modal yang efektif dapat mendukung keberlanjutan usaha mikro ini. Kedua, mengingat para perajin seringkali harus berimprovisasi dan dituntut kreatif dalam menghadapi tantangan, studi kualitatif atau studi kasus dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi inovatif serta adaptasi yang telah diterapkan oleh perajin tempe di Desa Pejaten atau daerah lain. Penelitian ini dapat menginvestigasi bagaimana perajin mengembangkan produk baru, mencari alternatif bahan baku, atau mengelola rantai pasok mereka untuk meminimalkan dampak negatif dari fluktuasi harga dan ketersediaan. Ketiga, meskipun penelitian ini menyoroti perlunya campur tangan pemerintah, masih perlu kajian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai kebijakan atau program intervensi yang telah atau dapat diterapkan. Misalnya, bagaimana dampak spesifik dari penurunan tarif impor kedelai, atau model subsidi yang paling efisien, terhadap stabilitas harga, ketersediaan bahan baku, dan kesejahteraan perajin tempe secara keseluruhan. Penelitian ini dapat menjadi fondasi penting untuk pengembangan rekomendasi kebijakan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
| File size | 531.77 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPUMP Seminar ini melibatkan akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia. Fokus utama seminar adalah pembangunan pertanian dan perikananSeminar ini melibatkan akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia. Fokus utama seminar adalah pembangunan pertanian dan perikanan
UMPUMP Uji F (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dilakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mempengaruhi variabel yang diamati. Jika uji F nyata, dilanjutkan denganUji F (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dilakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mempengaruhi variabel yang diamati. Jika uji F nyata, dilanjutkan dengan
UMPUMP Interaksi jenis kemasan dan kondisi ruang simpan hanya diamati pada kadar air benih sorgum mulai 4 bulan penyimpanan. Kombinasi perlakuan yang paling mampuInteraksi jenis kemasan dan kondisi ruang simpan hanya diamati pada kadar air benih sorgum mulai 4 bulan penyimpanan. Kombinasi perlakuan yang paling mampu
UMPUMP Kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi sumber utama protein, sehingga sebagian besar kebutuhan protein nabati dan minyak nabatiKedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi sumber utama protein, sehingga sebagian besar kebutuhan protein nabati dan minyak nabati
UMPUMP Inyong Bing. Jenis data meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan pengumpulan dataInyong Bing. Jenis data meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan pengumpulan data
UMPUMP Hutan mangrove memegang peran penting bagi kehidupan manusia serta lingkungan pesisir di sekitarnya, salah satunya adalah hutan mangrove sebagai penyerapHutan mangrove memegang peran penting bagi kehidupan manusia serta lingkungan pesisir di sekitarnya, salah satunya adalah hutan mangrove sebagai penyerap
UMPUMP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produk jagung serta untuk menentukan kombinasi faktor-faktor produksiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produk jagung serta untuk menentukan kombinasi faktor-faktor produksi
UMPUMP Beberapa kendala petani dalam melakukan kegiatan usahatani kentang adalah motivasi petani yang masih rendah, petani beranggapan bahwa usahatani kentangBeberapa kendala petani dalam melakukan kegiatan usahatani kentang adalah motivasi petani yang masih rendah, petani beranggapan bahwa usahatani kentang
Useful /
UNIMAUNIMA Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi.
UMPUMP Luasan terumbu karang tertinggi di Halmahera Selatan sebesar 16.338 ribu/Ha, sedangkan terendah di Halmahera Barat sebesar 2. Produksi Perikanan TangkapLuasan terumbu karang tertinggi di Halmahera Selatan sebesar 16.338 ribu/Ha, sedangkan terendah di Halmahera Barat sebesar 2. Produksi Perikanan Tangkap
UMPUMP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan ikan invasif yang termasuk kategori berbahaya di Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan ikan invasif yang termasuk kategori berbahaya di Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.
UMPUMP Hasil riset menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami peningkatan secara fluktuatif dan terbanyak dipublikasikan pada tahun 2017. Hasil visualisasiHasil riset menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami peningkatan secara fluktuatif dan terbanyak dipublikasikan pada tahun 2017. Hasil visualisasi