UM SURABAYAUM SURABAYA

Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community JournalCamellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Kadar hemoglobin A1c (HbA1c) mencerminkan kendali glikemik jangka panjang, sementara jumlah trombosit berkaitan dengan kondisi inflamasi dan risiko komplikasi vaskular yang umum terjadi pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dan jumlah trombosit pada pasien DM tipe 1 dan tipe 2. Jenis penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel pasien DM tipe 1 dan tipe 2 yang menjalani pemeriksaan HbA1c dan trombosit di RS Darus Syifa pada Februari–Maret 2025. Pemeriksaan HbA1c dilakukan dengan alat Clover A1c, dan jumlah trombosit dianalisis menggunakan Sysmex XN-550. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara variabel. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara tipe DM dan kadar HbA1c (p = 0,007), di mana pasien DM tipe 1 cenderung memiliki kadar HbA1c yang lebih tinggi dibandingkan tipe 2. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tipe DM dan jumlah trombosit (p = 0,079), meskipun secara deskriptif, trombositosis lebih banyak ditemukan pada pasien DM tipe 1. Simpulan penelitian Pasien DM tipe 1 cenderung memiliki kadar HbA1c yang tinggi dan peningkatan jumlah trombosit, sehingga diperlukan pemantauan glikemik dan hematologi yang ketat untuk mencegah komplikasi vaskular. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan parameter trombosit tambahan disarankan.

HbA1c tinggi merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat hiperglikemia pada pasien diabetes mellitus.Hiperglikemia dan kadar HbA1c yang tinggi dapat meningkatkan jumlah trombosit serta memicu hiperkoagulasi.Kondisi tersebut meningkatkan risiko komplikasi vaskular serius seperti serangan jantung, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah.

Penelitian selanjutnya dapat menguji hubungan antara parameter indeks trombosit tambahan seperti mean platelet volume (MPV) dan platelet distribution width (PDW) dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes mellitus tipe I dan II menggunakan desain kohort longitudinal untuk menilai perubahan seiring waktu; studi lanjutan juga disarankan untuk mengevaluasi pengaruh variabel klinis lain seperti indeks massa tubuh (BMI), durasi penyakit, dan jenis terapi insulin terhadap profil trombosit serta risiko komplikasi vaskular, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan multisentris guna meningkatkan generalisasi temuan; selain itu, penelitian eksperimental dapat menginvestigasi efektivitas intervensi terapi antiplatelet atau nutrisi antiinflamasi dalam menurunkan tingkat trombosit dan memperbaiki kontrol HbA1c pada pasien diabetes mellitus, sehingga dapat memberikan pedoman klinis yang lebih tepat untuk pencegahan komplikasi kardiovaskular.

  1. Perbandingan Kadar Glukosa Darah Sebelum Dan Sesudah Minum Kopi | THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL... doi.org/10.30651/jmlt.v1i1.1009Perbandingan Kadar Glukosa Darah Sebelum Dan Sesudah Minum Kopi THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL doi 10 30651 jmlt v1i1 1009
  2. Screening Blood Glucose Levels at Adolescents in Rongtengah Village, Sampang District | Mukhtabar : Journal... doi.org/10.52221/mjmlt.v1i2.357Screening Blood Glucose Levels at Adolescents in Rongtengah Village Sampang District Mukhtabar Journal doi 10 52221 mjmlt v1i2 357
  3. Efekat životne dobi i pola na nivoe HbA1c kod odraslih osoba bez dijabetesa melitusa. efekat... scindeks.ceon.rs/Article.aspx?artid=1452-82582304714GEfekat yIAivotne dobi i pola na nivoe HbA1c kod odraslih osoba bez dijabetesa melitusa efekat scindeks ceon rs Article aspx artid 1452 82582304714G
Read online
File size416.38 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test