ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI
Legtimacy: Journal Of Law and Islamic LawLegtimacy: Journal Of Law and Islamic LawThe enforcement of final and binding judicial decisions is essential to uphold legal certainty and the rule of law. However, in Indonesia, significant delays and non-execution of criminal convictions have exposed systemic deficiencies. This study presents a jurisprudential analysis of the Silfester Matutina conviction case where a 1.5-year prison sentence issued by the Supreme Court in 2019 remained unexecuted through August 2025 to examine the legal and institutional factors causing enforcement failure. Employing a normative juridical approach combined with case study methodology, the research integrates doctrinal analysis of statutes, judicial decisions, and prosecutorial regulations with theoretical frameworks from Legal Positivism, Sociological Jurisprudence, Legal Realism, and Natural Law. Quantitative indicators were applied to assess legal certainty, prosecutorial discretion, public trust impact, and constitutional compliance. Findings reveal a six-year enforcement gap, a 75% decline in legal certainty, and excessive prosecutorial discretion (95% vs. international benchmark of 35%), confirming the abuse of discretionary power and the erosion of institutional legitimacy. Comparative analysis with European best practices highlights the need for specialized enforcement bodies and mandatory execution timelines. The study concludes with policy recommendations for legislative reform, institutional restructuring, and enhanced oversight to restore public trust, ensure timely execution of judgments, and reinforce the deterrent effect of criminal sanctions. Limitations and avenues for future empirical research are also discussed.
The analysis reveals a profound disjuncture between legal theory and practice, exposing systemic vulnerabilities within Indonesias criminal justice enforcement framework.The failure to enforce a final criminal conviction undermines constitutional guarantees of legal certainty and the rule of law.The case demonstrates how prosecutorial discretion, intended to facilitate justice, can be misapplied to frustrate clear judicial mandates, eroding institutional legitimacy.Ultimately, comprehensive reform is needed, including legislative changes, specialized enforcement bodies, and enhanced oversight, to restore public trust and uphold the deterrent effect of criminal sanctions.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian empiris perlu dilakukan untuk mengukur dampak konkret dari penundaan eksekusi putusan pengadilan terhadap kepercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana di Indonesia. Penelitian ini dapat menggunakan metode survei dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data dari berbagai lapisan masyarakat. Kedua, studi komparatif yang lebih luas perlu dilakukan untuk menganalisis efektivitas berbagai model penegakan hukum di negara-negara dengan sistem hukum yang serupa dengan Indonesia. Studi ini dapat membandingkan pendekatan Indonesia dengan negara-negara Eropa yang telah berhasil menerapkan badan penegak hukum khusus dan tenggat waktu eksekusi yang wajib. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi proses penegakan hukum. Hal ini dapat mencakup pengembangan sistem informasi terintegrasi yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap status eksekusi putusan pengadilan dan penggunaan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi potensi hambatan dalam proses tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan efektivitas penegakan hukum di Indonesia, serta memberikan dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
- One moment, please.... moment please wait request verified journals.stratapersada.com/index.php/slr/article/view/62One moment please moment please wait request verified journals stratapersada index php slr article view 62
- The Use of Case Studies in Law and Social Science Research | Annual Reviews. case studies social science... doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-120814-121513The Use of Case Studies in Law and Social Science Research Annual Reviews case studies social science doi 10 1146 annurev lawsocsci 120814 121513
- Legal Methodology from the Perspective of Jurisprudence: Combining Theoretical Exploration and Empirical... doi.org/10.25236/IJFS.2024.060111Legal Methodology from the Perspective of Jurisprudence Combining Theoretical Exploration and Empirical doi 10 25236 IJFS 2024 060111
- Legal Uncertainty in Criminal Law Enforcement through the Utilization of Artificial Intelligence Technology... doi.org/10.46799/ajesh.v3i7.362Legal Uncertainty in Criminal Law Enforcement through the Utilization of Artificial Intelligence Technology doi 10 46799 ajesh v3i7 362
| File size | 358.98 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Metode penelitian quasi-eksperimental dengan desain pre-post test dan kelompok kontrol. Sampel sebanyak 72 orang dibagi menjadi kelompok intervensi danMetode penelitian quasi-eksperimental dengan desain pre-post test dan kelompok kontrol. Sampel sebanyak 72 orang dibagi menjadi kelompok intervensi dan
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW Varied media such as PowerPoint, animated videos, puzzle cards, and practice-based learning have proven effective in increasing classroom interaction andVaried media such as PowerPoint, animated videos, puzzle cards, and practice-based learning have proven effective in increasing classroom interaction and
UMMUMM Through doctrinal analysis and comparative frameworks with international standards and legal practice in England and New Zealand, this study highlightsThrough doctrinal analysis and comparative frameworks with international standards and legal practice in England and New Zealand, this study highlights
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Pseudoaneurisma dapat pecah dan menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik karena perdarahan internal, sehingga perlu diobati dengan tepat. PseudoaneurismaPseudoaneurisma dapat pecah dan menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik karena perdarahan internal, sehingga perlu diobati dengan tepat. Pseudoaneurisma
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Pruritus pada penerima KT memberikan dampak ringan pada QoL, sedangkan pada kelompok HD memberikan dampak ringan‑menengah. Terdapat korelasi antara hs‑CRPPruritus pada penerima KT memberikan dampak ringan pada QoL, sedangkan pada kelompok HD memberikan dampak ringan‑menengah. Terdapat korelasi antara hs‑CRP
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Hasil: Total 194 subjek diterima dalam studi ini. 60,3% adalah perempuan dengan usia rata-rata 49,47±12,87 tahun. 143 pasien (73,7%) dengan tumor padatHasil: Total 194 subjek diterima dalam studi ini. 60,3% adalah perempuan dengan usia rata-rata 49,47±12,87 tahun. 143 pasien (73,7%) dengan tumor padat
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Sistemik lupus eritematosus (SLE) adalah AICTD yang paling umum ditemukan dengan KFD. Kasus ini dilaporkan untuk meningkatkan kesadaran tentang AICTD yangSistemik lupus eritematosus (SLE) adalah AICTD yang paling umum ditemukan dengan KFD. Kasus ini dilaporkan untuk meningkatkan kesadaran tentang AICTD yang
UNIKSUNIKS This research was 3 x 4 factorial experiment was placed according to a Split Plot Design with the basic design of Randomized Block Design, and each treatmentThis research was 3 x 4 factorial experiment was placed according to a Split Plot Design with the basic design of Randomized Block Design, and each treatment
Useful /
UMMUMM Dengan menggunakan wawancara, analisis dokumen, dan observasi kelas, penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan agama di universitas MuhammadiyahDengan menggunakan wawancara, analisis dokumen, dan observasi kelas, penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan agama di universitas Muhammadiyah
NEWINERANEWINERA Studi ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan kebijakan publik berdasarkan tradisi lokal yang diimplementasikan melalui Paruman di Desa AdatStudi ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan kebijakan publik berdasarkan tradisi lokal yang diimplementasikan melalui Paruman di Desa Adat
NEWINERANEWINERA Analisis menyoroti negosiasi kekuasaan dan kepercayaan yang kompleks dalam wacana digital. Sementara itu, bersaing dengan ideologi yang membentuk persepsiAnalisis menyoroti negosiasi kekuasaan dan kepercayaan yang kompleks dalam wacana digital. Sementara itu, bersaing dengan ideologi yang membentuk persepsi
MACHUNGMACHUNG Analisis AHP menghasilkan bobot delapan kriteria utama (harga, ketersediaan, kualitas, posisi, kuantitas, MOQ, pengiriman, metode pembayaran) yang dapatAnalisis AHP menghasilkan bobot delapan kriteria utama (harga, ketersediaan, kualitas, posisi, kuantitas, MOQ, pengiriman, metode pembayaran) yang dapat