UNDIKMAUNDIKMA

Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP MataramPrisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram

Tinjauan literatur ini memeriksa dampak model pembelajaran terhadap literasi sains siswa dan memberikan kritik terhadap kekuatan dan kelemahan literatur. Kritik ini menawarkan rekomendasi untuk penelitian masa depan. Selain itu, tinjauan ini menganalisis peran isu-isu sosio-ilmiah dalam konteks literasi sains. Untuk melakukan tinjauan ini, 27 artikel dari jurnal-jurnal yang terindeks Scopus dianalisis secara kritis menggunakan kata kunci: (1) Isu-isu Sosio-Ilmiah dalam Literasi Sains, (2) Pembelajaran Berbasis Model dalam Literasi Sains, (3) Pembelajaran Berbasis Inquiry dalam Literasi Sains, dan (4) Isu-isu Sosio-Ilmiah menggunakan Pembelajaran Berbasis Model dalam Literasi Sains. Analisis difasilitasi oleh perangkat lunak Publish or Perish. Temuan tinjauan ini menunjukkan bahwa berbagai model pembelajaran berbasis inquiry memiliki dampak positif terhadap literasi sains di berbagai topik dan mendukung pencapaian belajar siswa. Namun, diamati bahwa dua jenis tertentu dari model pembelajaran berbasis inquiry, yaitu pembelajaran berbasis inquiry terbuka dan pembelajaran berbasis inquiry independen, tidak efektif dalam meningkatkan literasi sains. Oleh karena itu, penelitian masa depan harus fokus pada model pembelajaran berbasis inquiry alternatif yang menunjukkan hasil menjanjikan dalam meningkatkan literasi sains. Selain itu, tinjauan ini menekankan bahwa literatur yang ada sebagian besar membahas isu-isu sosio-ilmiah dalam kerangka pengaturan kurikulum dan tidak cukup membahas masalah kehidupan nyata yang terkait dengan isu-isu ini.

Temuan tinjauan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pendekatan pembelajaran berbasis model memiliki dampak positif pada literasi sains siswa, kecuali pembelajaran berbasis inquiry terbuka.Pembelajaran berbasis model memiliki pengaruh yang signifikan pada literasi sains, terutama di antara siswa berprestasi tinggi.Selain itu, penyertaan isu-isu sosio-ilmiah terbukti menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan literasi sains, karena memungkinkan siswa menerapkan pemahaman ilmiah mereka terhadap masalah dunia nyata.Tinjauan kritis ini memberikan wawasan objektif untuk penelitian masa depan, menekankan pentingnya melakukan analisis komprehensif dan menggunakan instrumen penilaian yang tepat.Namun, penelitian ini terutama berfokus pada identifikasi kekuatan dan kelemahan, tanpa menyelami latar belakang atau tujuan studi individu.Oleh karena itu, penelitian masa depan harus bertujuan untuk menyelidiki berbagai model pembelajaran dan konteks secara sistematis untuk lebih meningkatkan literasi sains.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Pengembangan tinjauan sistematis atau tinjauan literatur tentang literasi sains dan pembelajaran berbasis model, karena kekurangan studi di bidang ini. (2) Penelitian yang menyelidiki efektivitas berbagai model pembelajaran, termasuk pembelajaran berbasis inquiry dan pembelajaran berbasis web, dalam meningkatkan literasi sains. (3) Penggunaan isu-isu sosio-ilmiah, seperti gempa bumi dan polusi udara, dapat memberikan relevansi dan konteks dunia nyata untuk literasi sains. (4) Analisis model pembelajaran yang tidak efektif dalam meningkatkan literasi sains dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan strategi pendidikan.

  1. Project-based learning in improving scientific literacy: Systematic literature review | Psychology, Evaluation,... petier.org/index.php/PETIER/article/view/157Project based learning in improving scientific literacy Systematic literature review Psychology Evaluation petier index php PETIER article view 157
Read online
File size377.06 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test