UNISSULAUNISSULA

Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan Agung

Kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia tergolong rendah, hal ini dibuktikan pada hasil survei penelitian PISA tahun 2018. Pemilihan metode diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode brainstorming terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika kelas V di SD Inpres Bumi Sagu. Desain penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design dengan sampel siswa kelas V B SD Inpres Bumi Sagu yang berjumlah 18 orang. Pengambilan data menggunakan instrumen soal pilihan ganda yang memuat indikator berpikir kritis dengan analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test berbantuan program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada indikator mengenal dan memecahkan masalah 47,22; indikator menyimpulkan 18,51; menganalisis 33,33; serta mengevaluasi 30,55. Berdasarkan hasil uji‑t dengan nilai sig.(2‑tailed) sebesar 0,000<0,05, hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, artinya metode brainstorming pada materi bangun ruang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres Bumi Sagu.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada data penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode brainstorming berpengaruh pada kemampuan berpikir siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang pada kelas V B SD Inpres Bumi Sagu.Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji‑t pada taraf signifikan 95% α (0,05), berdasarkan perolehan menunjukkan nilai signifikan 0,00<0,05 sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima.Hal ini juga dibuktikan dari hasil analisis pekerjaan dalam soal test kemampuan berpikir siswa bahwa siswa sudah mampu menganalisis, memecahkan masalah, menyimpulkan, serta mengevaluasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh penggabungan metode brainstorming dengan media digital interaktif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada mata pelajaran matematika, dengan membandingkan hasil belajar antara kelompok yang menggunakan teknologi dan yang tidak. Selanjutnya, perlu dilakukan perbandingan antara metode brainstorming dan metode pembelajaran aktif lain, seperti problem‑based learning atau cooperative learning, pada sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai kelas mulai dari tingkat dasar hingga menengah, untuk mengetahui efektivitas relatif masing‑masing metode dalam mengembangkan berpikir kritis. Selain itu, penting untuk meneliti retensi jangka panjang kemampuan berpikir kritis setelah intervensi brainstorming, misalnya dengan melakukan evaluasi ulang tiga hingga enam bulan pasca‑intervensi, guna mengevaluasi keberlanjutan dampak pembelajaran. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang strategi pembelajaran yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di era pendidikan 4.0.

  1. ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA... doi.org/10.22219/mej.v1i1.4550ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA doi 10 22219 mej v1i1 4550
  2. Sage Research Methods - Dictionary of Statistics & Methodology - Effect Size (ES). sage research... doi.org/10.4135/9781412983907.n624Sage Research Methods Dictionary of Statistics Methodology Effect Size ES sage research doi 10 4135 9781412983907 n624
  3. Revisi taksonomi Bloom: Kognitif, afektif, dan psikomotorik | Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum.... journal.uny.ac.id/index.php/humanika/article/view/29252Revisi taksonomi Bloom Kognitif afektif dan psikomotorik Humanika Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum journal uny ac index php humanika article view 29252
Read online
File size1.18 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test