AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat dengan memperhatikan jenis kelamin dan periode perkembangan remaja (remaja madya dan akhir). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat remaja putra terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (53%). Tingkat minat remaja putri terhadap layanan cybercounseling sebagiam besar berada pada kategori tinggi (53%). Tingkat minat remaja madya terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori tinggi (60%). Tingkat minat remaja akhir terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (49%). Tersedianya layanan cybercounseling perlu dipertimbangkan oleh para penyedia jasa konseling untuk remaja sebagai salah satu alternatif.

(1) Tingkat minat remaja putra terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (53%).(2) Tingkat minat remaja putri terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada dalam kategori tinggi (53%).(3) Tingkat minat remaja madya terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori tinggi (60%).(4) Tingkat minat remaja akhir terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada dalam kategori tinggi (32%).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cukup banyak remaja yang berminat terhadap layanan cybercounseling.Hal ini dapat menjadi masukan penting bagi penyedia jasa konseling untuk mempertimbangkan adanya layanan cybercounseling.Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian terhadap cybercounseling dapat memperhatikan pula latar belakang subjek penelitian, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi minat remaja dapat dikaji lebih dalam.Penggunaan metode kualitatif juga disarankan agar penelitian dapat mengungkap dengan detail faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat remaja terhadap cybercounseling.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kualitatif yang lebih mendalam untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi minat remaja terhadap cybercounseling. Selain itu, dapat dilakukan penelitian komparatif antara dengan layanan konseling tatap muka, untuk mengetahui preferensi remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana cybercounseling dapat meningkatkan keterbukaan diri remaja dan memudahkan konselor dalam memberikan bantuan yang tepat.

Read online
File size208.47 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test