STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan AnakAl-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak

Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk memaksimalkan semua aspek perkembangan anak dari usia 0 hingga 6 tahun, termasuk perkembangan fisik motorik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perkembangan motorik kasar anak-anak yang berusia antara 5 dan 6 tahun di RA Azrina Kota Medan dengan menggunakan permainan rintangan yang dikenal sebagai Zona Petualangan Cilik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil observasi menunjukkan perkembangan yang positif pada beberapa indikator motorik kasar, yakni: (1) keseimbangan, sebanyak 60% anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan 40% dalam kategori Berkembang Sangat Baik; (2) kelincahan, 80% anak Berkembang Sangat Baik dan 20% masih dalam tahap Mulai Berkembang; (3) kekuatan, dengan 60% anak Berkembang Sesuai Harapan dan 40% Mulai Berkembang; serta (4) koordinasi, yang menunjukkan 90% anak Berkembang Sangat Baik dan 10% Mulai Berkembang. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di RA Azrina Kota Medan tergolong dalam kategori baik.

Berdasarkan hasil dan pembahasan, penelitian ini membuktikan bahwa permainan halang rintang Zona Petualangan Cilik secara signifikan mampu mendukung peningkatan perkembangan motorik kasar pada anak.Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang mengedepankan permainan fisik yang menyenangkan dapat secara efektif merangsang kemampuan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, serta ketangkasan anak.Keunggulan penelitian ini terletak pada perpaduan antara pendekatan bermain aktif dengan observasi langsung terhadap perubahan motorik anak, sehingga menghasilkan data empiris yang valid dalam konteks pendidikan anak usia dini.Selain itu, permainan yang dirancang dengan elemen tantangan turut meningkatkan keterlibatan dan motivasi anak secara aktif.Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan berupa jumlah subjek yang hanya berasal dari satu lembaga RA serta durasi pelaksanaan yang relatif singkat, sehingga belum bisa menggambarkan efek jangka panjang secara menyeluruh.Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan periode waktu yang lebih panjang dan sampel yang lebih beragam guna mengevaluasi kesinambungan perkembangan motorik anak secara lebih komprehensif.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan periode waktu yang lebih panjang untuk mengevaluasi kesinambungan perkembangan motorik anak secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan sampel yang lebih beragam, tidak hanya dari satu lembaga RA, untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang perkembangan motorik kasar anak usia dini. Ketiga, penelitian dapat dikembangkan dengan menggabungkan pendekatan bermain aktif dan observasi langsung dengan intervensi yang lebih terstruktur, seperti pelatihan khusus untuk guru dalam merancang permainan yang menstimulasi perkembangan motorik kasar anak. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

  1. Perkembangan Kognitif dan Motorik Anak Usia Dini melalui Pendekatan Pembelajaran | Khirani: Jurnal Pendidikan... e-journal.nalanda.ac.id/index.php/KHIRANI/article/view/631Perkembangan Kognitif dan Motorik Anak Usia Dini melalui Pendekatan Pembelajaran Khirani Jurnal Pendidikan e journal nalanda ac index php KHIRANI article view 631
  2. Aktivitas Berjalan Di Atas Papan Titian Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun | Detector:... doi.org/10.55606/detector.v2i2.3734Aktivitas Berjalan Di Atas Papan Titian Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5 6 Tahun Detector doi 10 55606 detector v2i2 3734
Read online
File size799.28 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test