UNDIKMAUNDIKMA

Journal of English Language TeachingJournal of English Language Teaching

Bahasa pertama (L1) dipandang sebagai alat bantu dalam pengajaran bahasa kedua (L2). Namun, ketergantungan berlebihan pada L1 dapat memperlambat proses pembelajaran dan menghambat pencapaian kefasihan L2 yang sesungguhnya. Studi kualitatif ini bertujuan untuk menyelidiki peran L1 dalam pengajaran L2, khususnya potensinya untuk membantu sekaligus menghambat proses pembelajaran. Studi ini menggunakan pendekatan interpretatif, dengan fokus pada perspektif 14 guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) tingkat perguruan tinggi. Partisipan dipilih menggunakan sampling pertimbangan (judgmental sampling). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Temuan menunjukkan bahwa guru memanfaatkan L1 dalam berbagai cara, termasuk meningkatkan pemahaman, membantu siswa tingkat rendah, menghemat waktu, menarik kembali perhatian siswa, dan memperkenalkan kosakata baru. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun L1 dapat berfungsi sebagai alat yang berharga dalam pengajaran L2, penggunaannya harus strategis untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran. Ini menyoroti bagaimana L1 dapat bertindak sebagai jembatan untuk membantu pembelajaran L2, menunjukkan perlunya penggunaan yang seimbang.

Studi ini menganalisis penggunaan bahasa pertama (L1) oleh guru di kelas bahasa kedua (L2) dan menemukan beberapa tema utama.L1 digunakan sebagai upaya terakhir untuk menjelaskan konsep, alat bantu siswa berkemampuan rendah, strategi penghemat waktu, serta untuk menarik perhatian dan memperkenalkan kosakata baru.Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan L1 secara strategis sangat penting untuk memfasilitasi pembelajaran yang efektif, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan efisiensi pengajaran.Oleh karena itu, pendekatan seimbang yang mengintegrasikan L1 dan L2 diperlukan untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal, mengakui manfaat pragmatis L1 meskipun upaya imersi L2 diutamakan.

Mengingat temuan studi ini yang menggarisbawahi berbagai motivasi guru EFL di Nepal dalam menggunakan bahasa pertama (L1) di kelas bahasa kedua (L2), terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif berskala lebih besar, mungkin dengan pendekatan kuantitatif atau campuran, guna secara empiris mengukur dampak langsung dan jangka panjang dari penggunaan L1 yang strategis terhadap capaian akademik siswa, termasuk peningkatan pemahaman, retensi kosakata, dan tingkat kefasihan L2, dibandingkan dengan kelas yang menganut metode imersi L2 murni. Penelitian tersebut dapat mengeksplorasi secara lebih mendalam korelasi antara frekuensi dan jenis penggunaan L1 oleh guru dengan hasil belajar siswa di berbagai tingkatan kemahiran. Kedua, penting untuk menyelidiki secara lebih rinci bagaimana kebijakan institusional yang ada serta norma-norma budaya setempat memengaruhi keputusan guru dalam mengintegrasikan L1 di lingkungan kelas mereka. Apakah ada perbedaan signifikan dalam praktik penggunaan L1 di antara institusi dengan kebijakan bahasa yang berbeda atau di wilayah geografis yang beragam di Nepal? Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mendorong atau menghambat adopsi pendekatan seimbang. Ketiga, mengingat adanya temuan bahwa L1 terkadang digunakan untuk mengompensasi keterbatasan kemahiran L2 guru, sebuah studi dapat dirancang untuk mengevaluasi efektivitas program pengembangan profesional yang berfokus pada peningkatan kompetensi bahasa Inggris guru. Pertanyaan yang menarik adalah bagaimana peningkatan kemahiran L2 guru memengaruhi tingkat kepercayaan diri mereka dan, pada gilirannya, mengubah pola penggunaan L1 di kelas serta dampaknya terhadap lingkungan belajar siswa.

  1. Journal of English Language Teaching. first language english teaching efl teachers perspectives jo elt... e-journal.undikma.ac.id/index.php/joelt/article/view/11357Journal of English Language Teaching first language english teaching efl teachers perspectives jo elt e journal undikma ac index php joelt article view 11357
  2. RETHINKING THE USE OF L1 IN L2 CLASSROOM | Zulfikar | Englisia: Journal of Language, Education, and Humanities.... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/englisia/article/view/2514RETHINKING THE USE OF L1 IN L2 CLASSROOM Zulfikar Englisia Journal of Language Education and Humanities jurnal ar raniry ac index php englisia article view 2514
  3. Second Language Learning and Language Teaching | Fifth Edition | Vivia. second language learning teaching... doi.org/10.4324/9781315883113Second Language Learning and Language Teaching Fifth Edition Vivia second language learning teaching doi 10 4324 9781315883113
  4. “I don’t teach language”: The linguistic attitudes of physics lecturers in Sweden |... doi.org/10.1075/aila.25.05airAuI donAot teach languageAy The linguistic attitudes of physics lecturers in Sweden doi 10 1075 aila 25 05air
Read online
File size385.6 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test