UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR
Indonesian Journal of Early Childhood Educational ResearchIndonesian Journal of Early Childhood Educational ResearchKeterampilan alfabet dan berhitung merupakan komponen fundamental dalam pengembangan literasi dan numerasi pada anak usia dini. Namun, banyak anak berusia 4-5 tahun hanya mampu menghafal huruf dan angka tanpa memahami bentuk konkret dan maknanya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai efektivitas PAMIN (Papan Magnet Interaktif) sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan alfabet dan berhitung pada anak usia dini. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan dilakukan di TK Dharmawanita Tawangsari 2, Sidoarjo. Penelitian melibatkan 23 anak dalam Kelompok A (usia 4-5 tahun). Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, tes keterampilan, dan kuesioner validasi ahli. Hasil menunjukkan bahwa PAMIN layak digunakan berdasarkan validasi ahli materi dan media. Selain itu, terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan alfabet dan berhitung, dengan skor N-Gain rata-rata 0,81 (diklasifikasikan sebagai tinggi). PAMIN terbukti efektif karena mengintegrasikan pembelajaran multisensorik yang menyenangkan melalui kombinasi metode visual, manipulatif, dan bernyanyi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAMIN merupakan media pembelajaran inovatif dan direkomendasikan untuk mendukung proses pembelajaran interaktif dalam pendidikan anak usia dini.
PAMIN (Papan Magnet Interaktif) telah menunjukkan potensi kuat sebagai media instruksional efektif untuk mendukung akuisisi keterampilan alfabet dan berhitung dalam pendidikan anak usia dini.Desainnya yang mengintegrasikan unsur-unsur multisensorik - visual, auditif, dan kinestetik - terbukti sesuai dengan perkembangan dan pedagogis bagi anak berusia 4-5 tahun.Dengan memberikan pengalaman konkret dan interaktif, PAMIN memfasilitasi kemampuan anak untuk menghubungkan simbol abstrak dengan makna konkret, sehingga mendorong pemahaman konsep yang lebih dalam dalam literasi dan numerasi.Validasi ahli mengonfirmasi relevansi, kegunaan, dan kesesuaian media dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini dan tuntutan kurikulum.Implementasi PAMIN juga berkontribusi pada interaksi kelas yang lebih dinamis dan meningkatkan keterlibatan anak, yang merupakan inti dari tujuan yang ditetapkan dalam Kurikulum Merdeka untuk fase dasar.Sebagai hasilnya, PAMIN siap untuk berfungsi sebagai alat praktis dan inovatif dalam pendidikan anak usia dini.Peningkatan masa depan dapat mencakup integrasi komponen digital dan perluasan area konten untuk lebih memperkaya pengalaman belajar dan menyesuaikan dengan konteks pendidikan yang berkembang.
Berdasarkan hasil penelitian dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah tiga saran penelitian baru: 1. Mengembangkan modul pembelajaran digital yang terintegrasi dengan PAMIN untuk memperluas konten dan pengalaman belajar anak. Modul ini dapat mencakup berbagai aktivitas interaktif, seperti permainan kuis, simulasi, dan latihan praktik, yang dapat diakses melalui perangkat digital seperti tablet atau komputer. 2. Meneliti efektivitas penggunaan PAMIN dalam konteks pembelajaran jarak jauh atau blended learning. Dengan semakin banyaknya implementasi pembelajaran daring, penting untuk mengeksplorasi bagaimana PAMIN dapat digunakan secara efektif dalam lingkungan virtual untuk mendukung pembelajaran alfabet dan berhitung pada anak usia dini. 3. Melakukan studi komparatif antara penggunaan PAMIN dengan metode pembelajaran tradisional untuk menilai dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan literasi dan numerasi anak. Studi ini dapat melibatkan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional dan kelompok eksperimen yang menggunakan PAMIN, untuk mengukur perbedaan dalam pemahaman konsep, retensi pengetahuan, dan keterampilan praktis anak dalam jangka panjang.
- Application of Habituation and Singing Methods in Forming Character Religious and Moral Values in Early... doi.org/10.31958/jies.v4i1.12287Application of Habituation and Singing Methods in Forming Character Religious and Moral Values in Early doi 10 31958 jies v4i1 12287
- Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research. crafting dexterity enhancing fine motor skills... doi.org/10.31958/ijecer.v2i1.6757Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research crafting dexterity enhancing fine motor skills doi 10 31958 ijecer v2i1 6757
- Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research. analysis dhuha prayer program shaping religious... doi.org/10.31958/ijecer.v4i1.15283Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research analysis dhuha prayer program shaping religious doi 10 31958 ijecer v4i1 15283
| File size | 972.95 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISNUUNISNU Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Model pembelajaran digital interaktifAnalisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Model pembelajaran digital interaktif
IAINGAWIIAINGAWI Bentuk umum dari perilaku buruk siswa adalah menyebabkan lingkungan kelas menjadi kacau atau tidak teratur dengan menggunakan kata-kata kotor untuk memanipulasiBentuk umum dari perilaku buruk siswa adalah menyebabkan lingkungan kelas menjadi kacau atau tidak teratur dengan menggunakan kata-kata kotor untuk memanipulasi
ISTAZISTAZ Kegiatan pendampingan guru PAUD ini harapannya mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak satuan di Kabupaten Gresik dan seluruh pendidik maupun tenagaKegiatan pendampingan guru PAUD ini harapannya mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak satuan di Kabupaten Gresik dan seluruh pendidik maupun tenaga
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Tantangan utamanya adalah membuat proses belajar menarik dan efektif, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuanTantangan utamanya adalah membuat proses belajar menarik dan efektif, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Evaluasi tidak hanya menjadi alat untuk mengukur pemahaman teks, tetapi juga sarana membangun karakter, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat keterampilanEvaluasi tidak hanya menjadi alat untuk mengukur pemahaman teks, tetapi juga sarana membangun karakter, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat keterampilan
UNWUNW Kedua, pengembangan jiwa kepemimpinan pada anak usia dini memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai strategi experiential learning,Kedua, pengembangan jiwa kepemimpinan pada anak usia dini memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai strategi experiential learning,
UNIVAUNIVA Metode Pelaksanaan dengan presentasi dan simulasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Matematika FKIP Universitas Al Washliyah Medan.Metode Pelaksanaan dengan presentasi dan simulasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Matematika FKIP Universitas Al Washliyah Medan.
DINIYAHDINIYAH Sekitar 80% anak mengalami peningkatan kemampuan kognitif setelah penerapan media tersebut.media ini terbukti efektif sebagai alat bantu pembelajaran yangSekitar 80% anak mengalami peningkatan kemampuan kognitif setelah penerapan media tersebut.media ini terbukti efektif sebagai alat bantu pembelajaran yang
Useful /
UNISNUUNISNU Paradigma pendidikan di era modern menuntut transformasi peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitatorParadigma pendidikan di era modern menuntut transformasi peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator
UNWUNW Selain itu, implikasi kebijakan yang dihasilkan menunjukkan pentingnya penyusunan pedoman pendidikan moral yang lebih komprehensif oleh lembaga maupunSelain itu, implikasi kebijakan yang dihasilkan menunjukkan pentingnya penyusunan pedoman pendidikan moral yang lebih komprehensif oleh lembaga maupun
UNISNUUNISNU Penelitian ini mengkaji peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan etika, serta sekolah sebagai tempat anak belajarPenelitian ini mengkaji peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan etika, serta sekolah sebagai tempat anak belajar
UNISNUUNISNU Pada saat dilakukan observasi prasiklus presentase perkembangan sebesar 32,2% kemudian mengalami peningkatan pada pelaksanaan minggu pertama sebesar 44,53%Pada saat dilakukan observasi prasiklus presentase perkembangan sebesar 32,2% kemudian mengalami peningkatan pada pelaksanaan minggu pertama sebesar 44,53%