JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA

EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran sastra cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan kurang memperhatikan potensi sastra sebagai media bagi penguatan karakter dan refleksi diri siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis model evaluasi pembelajaran sastra berbasis Guided Inquiry Learning (GIL) sebagai instrumen untuk memperkuat nilai karakter dan refleksi diri siswa. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan; data dikumpulkan melalui kajian literatur akademik dan dianalisis menggunakan teori Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil menunjukkan bahwa model evaluasi GIL memiliki enam tahap utama: orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, pengumpulan informasi, pengujian hipotesis, dan kesimpulan. Setiap tahap memungkinkan siswa membangun makna pribadi, menilai nilai dalam teks, dan merefleksikan pengalaman pribadi. Evaluasi tidak hanya menjadi alat untuk mengukur pemahaman teks, tetapi juga sarana membangun karakter, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat keterampilan berpikir kritis. Integrasi nilai karakter dalam proses evaluasi membuat model ini sangat relevan dalam pendidikan abad ke-21.

Model evaluasi pembelajaran sastra berbasis Guided Inquiry Learning dapat memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dan bermakna bagi proses belajar sastra.Model ini tidak hanya menilai pemahaman siswa terhadap isi cerita, tetapi juga menilai kemampuan siswa untuk mengeksplorasi nilai kehidupan dari teks, merenungkan nilai tersebut, dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.Dengan enam langkah utama, model ini mendorong siswa berpikir aktif, mengajukan pertanyaan, menganalisis, dan merefleksikan.Hal ini membantu siswa tidak hanya menjadi pembaca cerdas, tetapi juga individu dengan karakter, empati, dan kesadaran diri yang lebih baik.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana model evaluasi GIL dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan menengah atas melalui studi kasus di kelas nyata, menilai pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan empati siswa; juga dapat memeriksa efektivitas integrasi model ini dengan teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring, untuk meningkatkan partisipasi dan refleksi siswa secara interaktif; serta dapat meneliti dampak jangka panjang penerapan model ini terhadap perkembangan nilai karakter siswa, dengan mengumpulkan data longitudinal untuk menilai perubahan perilaku dan sikap siswa dalam konteks kehidupan sehari‑hari.

  1. A Review of Research on Process Oriented Guided Inquiry Learning: Implications for Research and Practice... doi.org/10.1021/acs.jchemed.0c00355A Review of Research on Process Oriented Guided Inquiry Learning Implications for Research and Practice doi 10 1021 acs jchemed 0c00355
  2. The Effectiveness of P5 Pop-Up Books in Improving Understanding of Pancasila Values in Kindergarten |... doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo.v12i1.28635The Effectiveness of P5 Pop Up Books in Improving Understanding of Pancasila Values in Kindergarten doi 10 21107 pgpaudtrunojoyo v12i1 28635
  3. 21st-century competences and learning that technical and vocational training | Journal of Engineering... jerel.rlsociety.org/index.php/jerel/article/view/421st century competences and learning that technical and vocational training Journal of Engineering jerel rlsociety index php jerel article view 4
Read online
File size472.57 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test