UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa di kelas VI-B SDN 12 Singkawang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 orang siswa kelas VI-B SDN 12 Singkawang. Objek dalam penelitian ini adalah kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VI SDN 12 Singkawang. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini berupa angket dan wawancara sesuai dengan indikator kemandirian belajar yang telah diujikan dengan validitas isi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sangat mandiri pada saat belajar pada mata pelajaran IPS dengan rata-rata 72,5. Adapun siswa percaya diri pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 79 dengan kategori sangat mandiri, tanggung jawab pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 81 dengan kategori sangat mandiri, displin pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 85 dengan kategori sangat mandiri dan inisiatif pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 64 dengan kategori mandiri.

Kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPS berada pada kategori sangat mandiri.Sebagian siswa mandiri dalam belajar mata pelajaran IPS.Hal ini dikarenakan siswa dapat memenuhi empat indikator kemandirian belajar siswa yaitu percaya diri pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori sangat mandiri, tanggung jawab pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori sangat mandiri, displin pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori sangat mandiri dan inisiatif pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori mandiri.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh metode pembelajaran berbasis teknologi terhadap kemandirian belajar siswa di sekolah dasar. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung kemandirian belajar siswa melalui pendekatan kualitatif yang lebih mendalam. Studi juga diperlukan untuk membandingkan kemandirian belajar siswa antar daerah dengan karakteristik demografi berbeda, serta mengembangkan intervensi berbasis sekolah untuk meningkatkan inisiatif belajar siswa melalui program pengayaan kurikulum.

Read online
File size287.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test