UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako di masa pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan Kuisioner. Teknik pengambilan sampel secara random dengan jumlah sampel 73 responden yang terdiri dari siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako tahun ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako terhadap penerapan model pembelajaran blended learning dengan menggunakan platform google classroom di masa pandemi covid-19 ditinjau dari aspek atensi/ketertarikan, relevansi, kepercayaan diri dan kepuasan secara keseluruhan mendapatkan persentase berkategori positif. Ditinjau dari aspek atensi berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 80,05%, aspek relevansi berkategori positif dengan jumlah persentase 68,15%, aspek kepercayaan diri berkategori positif dengan jumlah persentase 66,70%, dan aspek kepuasan berkategori positif dengan jumlah persentase 65,16 %. Dapat disimpulkan secara keseluruhan siswa SMA Negeri 1 Wundulako memberikan respon yang positif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pada empat aspek motivasi Keller, atensi memperoleh persentase tertinggi 80,05% dan dikategorikan sangat positif, sementara relevansi (68,15%), kepercayaan diri (66,70%), dan kepuasan (65,16%) berada pada kategori positif.Secara keseluruhan, rata‑rata respons siswa sebesar 70,14% menandakan sikap positif terhadap penerapan blended learning berbasis Google Classroom.Dengan demikian, siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Wundulako memberikan respons positif terhadap model pembelajaran tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan blended learning berbasis Google Classroom mempengaruhi prestasi akademik siswa dengan membandingkan nilai ujian sebelum dan sesudah penggunaan platform tersebut pada berbagai mata pelajaran. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang melibatkan sampel yang lebih luas, termasuk sekolah di daerah berbeda, untuk menilai keberlanjutan persepsi siswa terhadap blended learning serta faktor-faktor yang memoderasi kepuasan dan motivasi belajar selama periode pasca‑pandemi. Selanjutnya, penelitian dapat membandingkan efektivitas Google Classroom dengan platform pembelajaran daring lainnya, seperti Moodle atau Microsoft Teams, dalam konteks motivasi aspek atensi, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan, sehingga dapat mengidentifikasi keunggulan atau kelemahan masing‑masing platform dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian juga dapat menyelidiki peran pelatihan guru dalam mengoptimalkan penggunaan Google Classroom, dengan menguji apakah peningkatan kompetensi digital guru berhubungan dengan peningkatan respons positif siswa. Akhirnya, studi kualitatif dapat menggali pengalaman subjektif siswa mengenai interaksi sosial dan rasa keterhubungan dalam lingkungan blended learning, sehingga memberikan pemahaman mendalam tentang aspek psikologis yang belum terjangkau oleh survei kuantitatif.

Read online
File size603.47 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test