STPMATARAMSTPMATARAM

Journal Of Responsible TourismJournal Of Responsible Tourism

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis . Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap wellness tourism di Lombok masih berada pada tahap nature and relaxation-based perception, belum berkembang menuju holistic wellness experience yang mencakup kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Menurut wisatawan, destinasi wisata Pulau Lombok dapat memberikan rasa aman dan tentram, serta memberikan rasa tenang yang berdampak positif terhadap kesehatan rohani. Namun, fasilitas yang tersedia masih perlu dikembangkan, terutama akomodasi yang ramah lingkungan dan penyediaan fasilitas seperti spa, yoga, dan gym. Pengelola destinasi dapat mengangkat budaya lokal (kuliner sehat, herbal, dan tradisi pengobatan) sebagai bagian dari pengalaman wellness.

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi wisatawan domestik dan mancanegara memiliki perbedaan terkait wellness tourism.Wisatawan domestik cenderung mengaitkan wellness dengan aktivitas berbasis alam, sementara wisatawan mancanegara lebih menekankan pada aspek global wellness.Persepsi wisatawan terhadap wellness tourism di Lombok masih berada pada tahap nature and relaxation-based perception, belum berkembang menuju holistic wellness experience.Namun, daya tarik alam, suasana tenang, dan keaslian budaya lokal menjadi modal utama untuk pengembangan wellness tourism berkelanjutan di Lombok.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan penelitian, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah studi yang menarik untuk dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling memengaruhi persepsi wisatawan terhadap wellness tourism di Lombok, dengan fokus pada segmentasi wisatawan berdasarkan usia, gaya hidup, dan motivasi perjalanan. Hal ini akan membantu pengelola destinasi dalam merancang program dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan masing-masing segmen. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan wisatawan terhadap fasilitas dan layanan wellness yang tersedia di Lombok, serta mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan. Data ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan pengalaman wellness yang lebih memuaskan. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi integrasi budaya lokal, seperti tradisi pengobatan herbal dan kuliner sehat, ke dalam program wellness tourism. Hal ini tidak hanya akan memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat setempat.

  1. Article | KnE Open. article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities... kneopen.com/kne-social/article/view/3378Article KnE Open article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities kneopen kne social article view 3378
Read online
File size608.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test