RCRSRCRS

Societas Dei: Jurnal Agama dan MasyarakatSocietas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat

Isu agraria merupakan problem struktural serius di Indonesia, terutama praktik mafia tanah yang melibatkan perampasan tanah adat, manipulasi sertifikat, dan kolusi kekuasaan. Dalam konteks ini, Kitab Mazmur menawarkan refleksi teologis yang relevan untuk mengkritik ketidakadilan agraria. Artikel ini menganalisis tema tanah pada beberapa perikop kunci—Mazmur 24:1, 37:11, 65:9–13, 85:12–13, 19:1–4, 104, 79, dan 137—dengan pendekatan teologi biblika. Studi ini menemukan bahwa tanah dalam Mazmur dipahami bukan sebagai komoditas, melainkan anugerah Allah yang harus dikelola adil, diwariskan kepada kaum lemah, dan dijaga kesuburannya. Perspektif ini menghadirkan kritik profetis terhadap praktik mafia tanah yang menyalahi prinsip keadilan, merampas hak masyarakat kecil, dan merusak ekologi. Dengan menempatkan Mazmur sebagai suara doa, ratapan, dan harapan, artikel ini mengusulkan peran aktif gereja dan teologi publik dalam advokasi keadilan agraria dan menegaskan bahwa perlawanan terhadap mafia tanah merupakan panggilan iman untuk memelihara tanah sebagai milik Allah dan sumber kehidupan bersama.

1, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, memberi kritik langsung terhadap praktik mafia tanah di Indonesia.Mafia tanah memperlakukan tanah sebagai komoditas absolut yang bisa dimanipulasi melalui sertifikat palsu, kolusi dengan aparat, atau penggusuran paksa.Dalam perspektif Mazmur, tindakan ini bukan sekadar pelanggaran hukum agraria, melainkan penolakan teologis terhadap kedaulatan Allah atas tanah.Dengan membaca Mazmur 19 dan 132, praktik mafia tanah dapat dipahami bukan hanya sebagai kejahatan sosial, tetapi juga sebagai tindakan anti-liturgis.menolak peran tanah sebagai saksi Allah dan ruang perjumpaan.Gereja di Indonesia dipanggil untuk menghidupi teologi publik yang menjadi suara profetis untuk menentang praktik mafia tanah dan membela tanah sebagai milik-Nya dan warisan bagi umat.

Berdasarkan kajian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi lebih dalam bagaimana teologi tanah dalam Mazmur dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter dan moralitas bagi generasi muda, khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap konflik agraria. Hal ini penting untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan keadilan sosial sejak dini. Kedua, penelitian dapat meneliti secara empiris bagaimana praktik mafia tanah berdampak pada kesehatan mental dan spiritual masyarakat adat yang kehilangan tanahnya, serta mengembangkan model pendampingan psikososial yang berbasis pada nilai-nilai agama dan budaya. Ketiga, penelitian dapat menganalisis efektivitas berbagai strategi advokasi hukum dan politik yang dilakukan oleh gereja dan organisasi masyarakat sipil dalam melawan mafia tanah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan upaya tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat terwujud pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam mengatasi masalah mafia tanah, yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan ekonomi, tetapi juga pada dimensi spiritual dan sosial yang mendalam.

  1. Mazmur dan Teologi Tanah | Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat. mazmur teologi tanah societas dei... societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/553Mazmur dan Teologi Tanah Societas Dei Jurnal Agama dan Masyarakat mazmur teologi tanah societas dei societasdei rcrs index php SD article view 553
Read online
File size314.49 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test